Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Tasawuf Spiritualitas Islami


Tasawuf  berasal dari kata shafa (bersih) atau shuf (bulu domba). Istillah Shafa menunjuk pada adanya pola spiritualitas untuk pembersihan jiwa. Sedangkan Shuf (pakaian wool da bulu domba) merupakan pakaian khas kaum asketis (zâhid) klasik sebagai simbol keserdehaan. Pelaku Tasawuf kehidupannya diisi dengan perjuangan dan penyucian jiwa untuk pemurnian hati (al-qalb). Keserderhanaanan yang dilambangkan dengan pakaian wool dari bulu domba dimaksudkan sebagai pola hidup dalam kesucian yang tidak terkontaminasi energi negatif dari aspek-aspek keduniawian. Energi-energi negatif dalam bentuk nau dan vibrasi setan merupakan hal utama yang harus ditekan. Energi negatif inilah yang membuat jiwa menjadi kotor, hingga hijab antara manusia dengan Allah semangkin tebal, sehingga terjatuh dalam dzulumât (kegelapan).

Untuk mengeluarkan energi negatif ini maka di dalam tasawuf diajarkan qiyamulail (the night vigil) atau shalat malam dan zikir-zikir dengan teknik muraqabah (meditasi) yang paling ampuh untuk mengusir pengaruh vibrasi setan dan getaran nafsu tubuh, sehingga dapat menjadikan seseorang merasa segar dalam kondisi kejiwaan yang baik. Shalat dan zikir malam merupakan olah ruhani yang akan memiliki implikasi positif yang sangat luar biasa bagi perkembangan tubuh, emosi, mental, dan spiritual.

Dalam perkembangannya, tasawuf merupakan reaksi atas paham intelektualisme agama yang menjadikan agama sebagai komoditas intelektual, reaksi terhadap formalisme (paham serba formal) yang menjadikan agama kering tanpa penghayatan, dan reaksi terhadap paham serba materi (keduniawian) yang mementingkan aspek fisik duniawi (kekayaan, harta, pangkat, jabatan dan sebagainya). Sebagai jalan ruhani, tasawuf  bersumber mata air dari firman Allah SWT dan nada-nada nubuwwah. Walaupun tidak dipungkiri adanya pengaruh dari praktik-praktik mistis. Esoterisme Islam (mistisisme Islam), sebuah laku spiritual berbabsis pada tradisi Islam.

Di dalam tasawuf dikenal istilah tasawuf akhlagi (menitik beratkan pada moralitas). Tasawuf akhlagi menekankan jalan penyucian jiwa agar bersih, guna menuju kesempurnaan. Dalam konteks ini, tasawuf diawali dengan takhalli (pembersihan jiwa dari unsur energi negatif), tahalli (penghiasan diri dengan energi Ilahi/positif) sampai pada tajalli (tersingkapnya nur gaib bagi hati yang bersih. Tajalli merupakan keadaan terbuka hatinya, sehingga dapat melihat cahaya Ilahi. dengan laku-laku moral spiritual ini, peserta Pelatihan Ilmu Bioenergi melakukan ritual-ritual spiritual untuk menangkap cahaya-Nya yang begitu besar dan menakjubkan dalam rangka melakukan eksistensi.

HM. Syaiful M. Maghsri memaparkan perbaikan akhlak  tasawuf menekan ajaran-ajaran jalan mistik (spiritual esoteris) menuju kepada Yang Ilahi. Tasawuf yang demikian disebut tasawuf ‘Amali’. Amali artinya bentuk-bentuk perbuatan, yaitu sejenis lika-liku menempuh perjalannan spiritual yang sering disebut thariqah (tarekat, perjalanan spiritual). Dalam konteks ini menurut Syaiful M. Maghsri yang dikenal dengan adanya (santri), musyrid (guru, syekh) dan juga alam kewalian. Laku tarekat dimaksudkan untuk melakukan perluasaan kesadaran dari kesadaran nafsu ke kesadaran ruhaniah yang lebih tinggi.

Semangkin manusia dapat menaiki jenjang spiritual ke arah tingkatan kehidupan yang lebih tinggi, maka semangkin dapat menemukan pengetahuan esoterik (ma’rifat). Oleh karena itu, maka dikenal istilah maqamat (stasion-stasion spiritual), yang menunjuk pada tingkatan kesadaran spiritual (sebuah kesadaran jiwani) di mana seseorang sufi sudah dapat mencapainya.

Tasawuf merupakan penempaan jiwa untuk menguatkan energi dalam rangka evolusi spiritual menuju Absolusitas Ilahiyah. Proses penempaan ini sangat efektif untuk pembersihan hati dari berbagai penyakit hati yang tersembunyi. Implikasinya, tubuh pun akan menjadi sehat, karena jiwa yang bersih. Pada tahap lanjut, tasawuf sebagai sebuah metode berkembang dalam banyak varian. Tarekat adalah pengembangan tasawuf untuk tujuan peningkatan spiritualitas di samping peningkatan moralitas. Tarekat adalah sebuah jalan spiritual yang di dalamnya terkandung teknik dan cara pembersihan hati dari kotoran-kotoran yang menjadi penyekat atau tabir (hijab) untuk mengenal Allah SWT. Bersihnya hati mengindikasikan adanya daya tangkap manusia terdalam, halus, dan tinggi yang bergetar setelah menerima energi Ilahi dalam penghayatan ilahiyah yang tak terukur dan tak dapat dijelaskan dengan kata-kata. Dalam pengertian ini, maka tarekat sama fungsi dasarnya dengan zikir (Bioenergi) atau pun lika-liku spiritual lain, khususnya dalam aspek metodologis.       

Lebih spesipik, taswuf juga dikembangkan dalam bentuk penyembuhan (sufi healing). Penyembuhan  dengan metode tasawuf sudah berkembang dalam waktu yng sangat panjang. Bahkan menjadi pola penyembuhan alternatif yang banyak diminati masyarakat. zikir-zikir dan lika-liku tasawuf secara umum akan memunculkan energi positif yang datang dari Allah SWT yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, penyembuhan dan spiritualitas. Juga dari tangan-tangan para sufi itu energi Allah SWT mengalir secara menakjubkan, baik untuk penyembuhan maupun penyelarasan-penyelarasan.

Dalam konteks ini, tidak dibahas tasawuf secara panjang lebar, tetapi lebih difokuskan pada muatan-muatan spiritualitasnya dalam memberi warna bagi peserta Pelatihan Ilmu Bioenergi. Tasawuf yang menekankan pada komunikasi kepada Allah SWT akan berimplikasi pada kesucian hati, kebersihan pikiran dan kebahagian jiwa. Lebih lanjut, kondisi psikologis yang selaras dan seimbang tersebut akan memunculkan setidak-tidaknya tiga hal yaitu, kesehatan, kemampuan luar biasa dan transendensi spiritual. Dari perspektif inilah, Syaiful M. Maghsri bermaksud memasukkan nilai-nilai moral tasawuf dalam praktik Pemanfaatan Bioenergi. Ia sendiri membuktikan bahwa praktik-praktik Bioenergi dengan moralitas sufistik akan lebih luar biasa dampaknya bagi peningkatan kualitas organ fisik dan psikis yang dimiliki manusia.

Olah spiritual merupakan fenomena universal. Menurut Syaiful M. Maghsri ,sesorang yang memiliki kesadaran tinggi melebihi kesadaran banyak orang akan dihiasi dengan hati yang bersih, keluhuran moral dan ketekunan dalam latihan spiritual, maka akan memiliki kelebihan dalam kemampuan psiko-spiritual.Kemampuan Ini tidak dibatasi oleh agama tertentu, sebagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi yang sifatnya lintas agama karena universalitasnya. Jika ada orang-orang yang memiliki keahlian, di bidang spiritual maupun iptek, maka hal ini disebabkan karena mereka dapat memahami fenomena alam (ayat kauniyah). Spiritualitas dan sains adalah fenomena universal yang tidak perlu dilihat apa agamanya, tetapi apa manfaat dari penemuannya bagi kemaslahatan umat manusia. Memanfaatkan Bioenergi sama artinya dengan memanfaatkan energi air atau pun sinar matahari untuk listrik dan sebagainya.

Islam adalah agama rahmat untuk keselamatan dunia akhirat. Misi penyelamatan, rahmat dan perdamaian (al-Islam) bukan hanya untuk umat Islam saja tetapi juga untuk sekalian alam. Inilah makna Islam sebagai rahmatan lil’alamin (rahmat bagi sekalian alam). Oleh karena itu, ilmu apa pun yang memiliki misi rahmat dan penyebar kedamaian di dalam kehidupan ini, maka bersesuaian dengan misi Islam. Rahmat dalam segala variannya adalah bagian penting dan sangat ditekankan dalam kosmologi Islam.

Oleh karena itu, untuk menarik hubungan antara Bioenergi dan Islam bukan dengan mencari ayat-ayat Al-Qur’an dan nada-nada nubuwwah terkait Bioenergi. Hal ini tidak akan diketemukan. Bioenergi merupakan teknologi spiritual yang diketemukan jauh pasca kenabian, sebagaimana nuklir merupakan teknologi atom-material yang diketemukan era modern. Karena merupakan produk ijtihadi manusia sebagai khalifah fil ardl, Bioenergi tidak dapat dinilai secara eksplisit dari keterangan-keterangan kitab suci sebagaimana kitab suci juga tidak pernah bicara nuklir. Yang penting adalah apakah Bioenergi itu bertentangan dengan ide-ide  moral ajaran syariat Islam atau tidak. Bioenergi sebagai olah spiritual untuk kesehatan dan peningkatan spiritual bertujuan untuk menciptakan manusia yang sehat, berkepribadian luhur dan memiliki spiritualitas tinggi. Ini adalah rahmat bagi sesama. Oleh karenanya, maka tidak ada alasan menolak Bioenergi hanya karena tidak pernah dilakukan oleh Nabi atau tidak disebut di dalam Al-Qur’an. Sebagaimana nuklir atau pun penggunaan teknologi modern dan juga tidak pernah di sebut dalam Al-Qur’an serta nada nubuwwah. Memahami basis moral Bioenergi dan filosofi yang mendasarinya adalah lebih tepat menilainya ketimbang bersikap skriptiralis atau melihat secara hitam-putih di sisi luar kulitnya.

Ada beberapa argumen yang dapat digunakan sebagai dasar nalar bahwa Bioenergi tidak bertentangan dengan Islam, yaitu :
1.     Islam sebagai agama rahmat akan membenarkan proses-proses ijtihadi (pengembangan dari daya nalar atau intuisi) manusia dalam mewujudkan manusia berkualitas yang sehat, baik secara fisik, psikis, mental maupun spiritual. Dari perspektif ini, maka tidak ada ruang tembak untuk menyudutkan bahwa Bioenergi bertentangan dengan agama, karena praktik Bioenergi ditujukan untuk kesehatan, fisik, psikis, mental dan spiritual.
2.     Bioenergi yang dimanfaatkan praktisi Bioenergi kepada orang lain, binatang, tumbuhan, makanan, minuman atau lokasi (ruangan) untuk mengusir energi negatif dalam berbagai varian bentuknya, hanya akan mengalir  karena kepasrahan (kondisi tawakkal) kepada Allah SWT. Hal ini mengindikasikan bahwa praktik Bioenergi adalah praktik religius, karena selalu harus dibarengi keyakinan adanya prakarsa Allah SWT di balik seluruh praktik spiritual yang dijalani. Tidak ada satu pun pratiksi Bioenergi yang menjadikan Bioenergi sebagai Tuhan, karena yang demikian tidak akan dapat mengalirkan Bioenergi. Keunikan Bioenergi adalah sekaligus membantah bahwa Bioenergi itu syirik, karena Bioenergi adalah energi hidup yang ada di alam semesta ini serta tidak mengandung azimat, jin, maupun klenik.
3.     Ilmu tidak dipandang dari siapa penemunnya, tetapi bagaimana pola kerja dan manfaatnya bagi kemanusiaan. Ilmu dan teknologi bersifat universal, sehingga dianjurkan umat Islam untuk mencarinya di mana pun dan kapan pun, selagi tidak bertentangan dengan ajaran syariat. Nabi pun pernah bersabda, “Tuntutlah ilmu walau sampai negeri Cina.” Ilmu secara aksiologis tidak dilihat dari mana asalnya, tetapi bagaimana cara memperoleh, mempraktikkannya, tujuan praktik dan manfaatnya bagi umat manusia.
4.     Setiap peserta Pelatihan Ilmu Bioenergi, senantiasa berdoa sebelum melakukan latihan-latihan, baik self healing, penyembuhan orang lain maupun ketika zikir. Doa adalah inti dari agama, dan dari doa itulah terjadi hubungan makhluk dengan Tuhan. Doa tidak mungkin dilakukan untuk kejahatan-kejahatan. Selain itu Bioenergi hanya dapat dipergunakan dalam hal-hal yang sifatnya positif. Jika berusaha melakukan upaya negatif dengan Bioenergi, maka yang demikian akan gagal. Islam hanya menentang pengalaman lika-liku spiritual yang salah (syirik, menyekutukan Tuhan) maupun untuk kepentingan negatif (ma’shiyyah). Cara-cara yang ditempuh Bioenergi adalah cara-cara luhur yang tidak diketemukan muatan-muatan laku syirik (penyekutuan terhadap Tuhan). Bioenergi tidak lebih dari upaya spiritual mengakses energi alam yang disediakan Allah SWT.
5.      Peserta Pelatihan Ilmu Bioenergi tidak mengenal mantra-mantra atau sesaji-sesaji dalam bentuk apa pun. Bioenergi merupakan olah spiritual murni untuk membersihkan jalur-jalur energi agar dapat mengakses energi Ilahi untuk kemaslahatan umat manusia maupun rahmat bagi sekalian alam. Seorang praktisi Bioenergi, dalam penyaluran Bioenergi yang hanya dapat disalurkan dengan niat, kontak dengan Allah SWT dalam kepasrahan dan sikap tenang, santai, fokus, rileks.
6.      Bioenergi masuk ke tubuh peserta melalui generator tubuh, yaitu jalur yang sifatnya Ilahi dan menjadi pusat tubuh spiritual manusia. Bioenergi yang masuk melalui generator tubuh dipastikan tidak terkontaminasi energi negatif dalam bentuk apa pun. Bioenergi sebagai energi hidup yang masuk  melalui generator kepala, tidak dapat ditumpangi oleh kekuatan-kekuatan negatif baik dari setan, jin jahat maupun sihir. Dari perspektif inilah maka peserta Bioenergi dikatakan sebagai praktik spiritual yang positif dan religius.
7.      Meditasi Bioenergi dapat dilakukan berbarengan dengan zikir-zikir dalam berbagai varian teknisnya. Energi positif hanya dapat bersenyawa dengan energi yang memiliki sifat yang sama. Sebagai seorang muslim, dzikir merupakan kontak komunikasi antara makhluk dengan Sang Khalik. Memanfaatkan Bioenergi sambil zikir merupakan kenikmatan psiko-spiritual yang luar biasa, baik dari sisi proses maupun manfaatnya. Jika Bioenergi berbasis pada energi negatif, pasti persenyawaan tidak mungkin terjadi.
8.      Bioenergi yang secara fungsional dimanfaatkan untuk menekan segala macam bentuk energi negatif (penyakit fisik dan nafsu-nafsu rendah) sangat mendukung ajaran Islam. Bukankah agama memerintahkan untuk menekan nafsu-nafsu rendah guna meningkatkan kesadaran?
9.      Bioenergi meningkatkan keimanan, selain melakukan kontak dan komunikasi dengan Allah SWT dalam ritual keseharian, seorang praktisi Bioenergi juga melakukan komunikasi dengan-Nya ketika melakukan Adjustment, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Secara kuantitatif dan kualitatif, komunikasi dengan Allah SWT secara lebih sering akan dapat meningkatkan keimanan. Komunikasi dengan Tuhan adalah bagian terpenting dalam Bioenergi. Hal ini sangat menunjang peningkatan kualitas keberagamaan dan religiusitas para peserta Pelatihan Bioenergi.
10.  Dalam pemanfaatan Bioenergi dilandasi oleh empat prinsip pemanfaatan; Pertama, Keyakinan yaitu yakin pada Allah bahwa sumber permohonan dan pertolongan adalah Allah; yakin pada diri sendiri dan yakin pada apa yang dilakukan. Kedua, Niat, tidak ada satu amalpun yang tidak didahului dengan niat. Niat dilakukan dengan doa dan zikir pada Allah. Ketiga, Usaha; dengan cara dan metode yang halal tidak bertentangan dengan syariat agama. Keempat, setelah usaha yang sungguh-sungguh dilanjutkan pasrah kepada Allah (tawakal) yaitu posisi hati dimana seseorang tidak memikirkan hasil usahanya karena hasilnya adalah dari Allah semata.
Bioenergi tidak mungkin bersenyawa dengan kekuatan jin-jin jahat dan setan atau pun sihir. Seandainya terlihat seorang peserta Pelatihan Bioenergi diikuti jin, maka ini merupakan dua hal yang berbeda. Jika jin itu diusir, maka praktisi Bioenergi masih tetap dapat mengalirkan Bioenergi seperti semula. Ini bisa dibuktikan sekaligus pertanda bahwa Bioenergi bukan dari jin maupun klenik, apalagi energi setan. Semakin seseorang menekuni Bioenergi, maka kesadarannya akan semakin luas, pengalaman sensasional semakin banyak, dan rahasia-rahasia kehidupan dimengerti.

Dari berbagai argumen ini, maka jelas dan pasti bahwa Bioenergi bukanlah klenik, azimat maupun mengandung jin dan bukan suatu olah spiritual yang bertentangan dengan agama mana pun. Bioenergi merupakan energi yang masuk melalui generator tubuh, sehingga tidak benar bahwa Bioenergi mengakses energi jin. Syaiful sendiri membuktikan bahwa Bioenergi justru dapat mengusir atau setidaknya membuat panas bagi jin-jin jahat yang bersarang di tubuh atau lokasi tertentu. Jika Bioenergi berasal dari energi jin, maka dipastikan peserta Pelatihan Bioenergi akan memiliki amarah yang semangkin kuat akibat ditunggangi kekuatan jin yang tercipta dari api.

Pada akhirnya, keyakinan akan kekuasaan Tuhan akan bertambah. Nafsu duniawi pun terkendali, gila materi mulai terbakar dan emosi amarah mulai terkikis. Kesehatan manusia seutuhnya (lahir dan bathin) inilah yang menjadi salah satu kata kunci penting dalam Islam.

Menurut Syaiful M. Maghsri Bioenergi merupakan tradisi spiritual yang melengkapi kehidupan beragama. Ia memaparkan bahwasanya Bioenergi sangat bermanfaat bagi terciptanya manusia yang berkualitas, yaitu manusia yang sehat secara fisik, sadar akan eksistensi psikisnya dan spiritualitas yg yang memiliki sandaran yang jelas. Fenomena semacam ini dapat dikatakan sebagai fenomena saintifik magis karena spiritualitas agama digabungkan dengan teknologi spiritual untuk membuat rumusan tentang fenomena alam dalam kerangka menciptakan teknik-teknik bagi keberhasilan kehidupan.

Bioenergi lebih sebagai ide dan gerakan moral yang membumi dengan muatan sufistik untuk kesehatan, keselarasan psikis dan peningkatan spiritualitas yang religius. Bioenergi juga tidak dimaksudkan untuk memaksakan ajaran tasawuf tertentu dalam praktik Bioenergi atau memaksakan simbol-simbol tarekat dalam praktek Bioenergi. Penekanan Bioenergi adalah memberikan muatan sufistik (moralitas dan spiritual agama Islam) agar religiusitas Bioenergi semangkin berkualitas. Jadi Bioenergi merupakan teknik pemanfaatan energi hidup yang diberi muatan-muatan moralitas dan spiritualitas tasawuf untuk meningkatkan kualitas energi dan penghambaan kepada Allah SWT (ta’abbud ilallah). Ibadah sufistik erat kaitannya dengan praktik mistis-spiritual.
Bioenergi merupakan olah spiritual yang sifatnya universal, lintas agama, budaya dan tradisi. Bioenergi bukanlah agama, tetapi tidak bertentangan dengan agama mana pun, sebagaimana sains dan teknologi yang tidak terkait dengan agama mana pun. Ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan hasil ijtihadi (pengembangan fakultas) dari rasionalitas manusia, sedangkan Bioenergi dan juga teknik spiritual lainnya merupakan hasil ijtihadi dari fakultas ruhani manusia. Lebih baik itu, Bioenergi bukan saja tidak bertentangan dengan agama tetapi justru bermanfaat bagi keberagaman praktisinya yang tersebar di berbagai agama dan negara manapun.

Baca selengkapnya

Efek Spiritualitas Untuk Penyembuhan

Spiritualitas hendaknya tidak hanya dihubungkan dengan aspek keimanan manusia kepada Sang Pencipta saja. Spiritualitas juga sebenarnya merupakan aspek penting dari kesehatan karena memberi kontribusi sebagai obat dan  penyembuh dari segala macam penyakit.

"Spiritualitas telah menjadi bagian terpenting dari kesehatan. Bahkan spritualitas juga memiliki daya penyembuh yang sangat kuat," kata Dr. Taufiq Pasiak, Kepala Devisi Neurosains/ Neuroanatomi Departemen Anatomi-Histologi, Fakultas Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado dalam seminar Healthy Brain for Healthy Life, di MRCCC Siloam Semanggi, Sabtu, (14/1/2012), di Jakarta.
Menurut Taufiq, praktik-praktik spiritual terbukti dapat mengubah dan membentuk struktur otak manusia, di samping juga efeknya terhadap penyembuhan. Bahkan pengetahuan tentang spiritualitas kini sudah menjadi perhatian serius sejumlah dokter ahli jiwa.

Sebuah karya ilmiah dari para ahli kedokteran jiwa menegaskan bahwa spiritualitas dapat menjadi pendukung penting dalam penyembuhan pasien, tetapi juga berpeluang membuat manusia mengalami gangguan jika salah mengartikan ajaran-ajaran agama. 

"Spiritulitas terbukti memiliki nila-nilai yang penting bagi peneguhan kesehatan mental. Artinya, terdapat kaitan sangat kuat antara nilai-nilai spiritualitas dan kesehatan mental," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Suhartono Taat Putra dari Airlangga Soetomo Neuroscience Society memaparkan lima contoh manfaat yang menghubungkan antara praktik spiritualitas dengan kesehatan :

1. Sholat Malam (Tahajud)
Sholat malam ternyata dapat membuat sel-sel dalam tubuh seseorang menjadi aktif. Sebagaimana diketahui, sel yang aktif dapat menjadi alat proteksi tubuh terhadap berbagai ancaman kuman penyakit. 

2. Puasa 
Beberapa penelitian telah memperlihatkan hubungan yang kuat antara puasa dan peningkatan imunitas. Hal ini lantaran ketika berpuasa, produksi oksidan atau radikal bebas berkurang sementara tubuh memproduksi antioksidan. "Asalkan dijalankan dengan benar, puasa itu sebenarnya menyehatkan," katanya.

3. Ibadah haji 
Ibadah Haji merupakan ibadah fisik, karena hampir 90 persen aktifitas ibadah ini memerlukan fisik; dari mulai perjalanan menuju Miqat, Thowaf, Sa'i, pergi menuju Arafah, bergerak menuju Mudzdalifah, bermalam di Mina, sampai melempar jumroh. Kondisi ini sebenarnya secara tidak langsung memberikan manfaat kesehatan kepada Anda, karena dapat meningkatkan ketahanan tubuh.

4. Keikhlasan
Ikhlas pada setiap cobaan yang dialami tampaknya bisa menjadi obat yang ampuh untuk melawan berbagai jenis penyakit. Riset menunjukkan bahwa penderita HIV yang ikhlas menerima keadaan akan mengalami perubahan kadar heat shock protein (HSP) 70. Bahkan, keikhlasan juga dapat membangun komunikasi terapeutik antara pasien dengan perawat.
Contoh: 
seorang perawat yang lama bekerja dan merawat pasien pengidap penyakit TBC ternyata dia tidak pernah tertular penyakit pasien. Mengapa ini terjadi? Setelah dilakukan penelitian ternyata ada perubahan sel dalam tubuh yang menjadi fagosit, sehingga kuman mikroba tidak bisa tumbuh dan justru dimakan. "Jadi, apa pun pekerjaan orang itu asalkan dia melakukannya dengan ikhlas dan sepenuh hati, maka akan beroleh kebahagiaan," jelasnya.

5. Dzikir
Selalu ingat kepada Tuhan ternyata dapat meningkatkan kadar HSP 72 di dalam tubuh. "HSP 72 itu anti apoptosis. Artinya, dia mencegah sel cepat mati," kata Suhartono.


Baca selengkapnya

Bioenergi untuk Penyembuhan Spiritual

Penyembuhan Bioenergi adalah proses pemanfaatan energi hidup untuk penyembuhan berbagai penyakit melalui kesadaraan spiritual. Kesadaran spiritual adalah seperti diuraikan pada bab-bab sebelumnya bahwa ada kehidupan sempurna di balik kehidupan, bahwa realitas kehidupan hanya replika dari realitas ide. Ada Kesehatan Tunggal di balik segala yang sakit, ada kebahagiaan mutlak di balik penderitaan. Tanpa kesadaran ini selamanya kita akan senantiasa terjebak pada rasa tidak yakin, yang secara lebih dalam akan menghasilkan kecemasan dan ketakutan dalam menjalani kehidupan sendiri. Secara spiritual, pengobatan atau penyembuhan ini melalui kata-kata yang diucapakan secara intens ke dalam diri kita. Kata-kata ini hanyalah simbol tentang pemahaman apa itu hidup dan bagaimana hidup itu bekerja dalam diri. Kata-kata yang diucapkan akan menciptakan perubahan pada bidang bawah sadar yang selanjutnya akan mempengaruhi bidang tak sadar dalam diri kita. Hal ini akan mengubah cara kerja alam tak sadar dan terekspresikan melalui kita.

Secara keseluruhan kita akan meleburkan hal-hal negatif dan menerima hal-hal positif. Ketika mengalami sakit atau penderitaan (negatif), kita secara sadar akan mencoba lepas dari keadaan ini dan menuju pada kebahagiaan atau kesehatan (positif). Dengan kata-kata yang telah diucapkan secara intens, maka fokus pikiran kita adalah pada keadaan positif sesuai dengan kehendak kesadaran untuk meleburkan hal-hal negatif itu. Pada saat hal ini terjadi, maka pikiran kita akan terarah pada energi yang ada dalam tubuh kita dan merasakan sensasinya mengalir ke dalam diri. Tidak peduli seberapa besar sensasi itu terasakan, atau bahkan mungkin tidak terasakan sama sekali. Ini bukanlah masalah karena sesuatu telah terjadi pada anda saat itu. Terasakan atau tidak itu berhubungan dengan kepekaan dan bukan pada arah kesadaran anda saat itu.

Apakah jika sensasi aliran energi itu tidak kita rasakan, pengobatan atau proses pengaliran Bioenergi telah bekerja? Ya, ia telah bekerja. Dasar dari Penyembuhan Bioenergi bukanlah menolak penyakit, akan tetapi merubah gerak kesadaran dari hal-hal negatif ke positif. Dalam hal ini hasil fisik bukanlah utama, karena Penyembuhan Bioenergi bergerak dalam bidang sadar atau pikiran subjektif untuk menerima alam tak sadar dan merasakan getaran energi dari alam tak sadar yang ada dalam diri kita secara sadar. Ketika Anda melakukan kegiatan ini, maka seluruh pikiran anda akan mengarah pada hal-hal positif dalam artian “aku sehat dan tidak sakit”. Pikiran ini akan mengarahkan anda pada kesehatan di balik sakit itu sendiri. Ketika fokus pikiran ada pada kalimat “aku sehat”, maka energi dengan sendirinya akan mengalir ke sana karena kerja berpikir adalah pengaliran energi.

Dengan demikian, Penyembuhan Bionergi bukanlah bagaimana menyembuhkan sakit secara fisik, dan hasil secara fisik. Ketika pikiran atau kesadaran anda mengarah pada hasil kesembuhan secara fisik maka hal ini justru akan menghambat proses kerja Penyembuhan Bioenergi. Tak peduli berapa lama waktu yang anda gunakan, jika terjebak dalam pikiran ini, maka akan berada dalam lingkaran yang tidak bergerak. Segalanya akan kembali pada awal, yaitu Anda sakit. Yang sebaiknya dilakukan adalah mengarahkan kesadaran melalui kata-kata terhadap kesehatan tunggal yang ada di balik semua sakit, ada anatomi sehat di balik anatomi sakit, ada tubuh sehat di balik tubuh sakit, ada jiwa sehat di balik jiwa sakit. Pikiran dan kesadaran Anda yang terarah yang secara otomatis akan mengalirkan Bioenergi dalam diri sendiri. Semakin Anda melakukan kegiatan penyembuhan berdasar pada prinsip kesadaran seperti ini, semakin dapat merasakan getaran Bioenergi Anda sendiri, maka semakin tahu bahwa dalam diri terpancar Energi, Kesehatan, Kehidupan Tunggal dari Yang Mutlak.
Baca selengkapnya

Cara Menggapai Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan emosional memang membuat orang lebih mudah mencapai sukses dalam hidup. Tapi untuk menemukan kebahagiaan dan makna dari kehidupan, diperlukan kecerdasan spiritual.

Beberapa waktu yang lalu, kita dikejutkan oleh peristiwa tragis yang terjadi di Bandung. Seorang wanita yang dikenal sholeh, berpendidikan tinggi, sanggup membunuh 3 anaknya sendiri dalam waktu 24 jam. Bagaima na mungkin seorang wanita yang taat beragam bisa melakukan hal seperti itu? Apalagi kemudian terungkap alasan dari tindakannya itu. Katanya, ia membunuh anak-anaknya justru karena sangat menyayangi anak-anaknya dan takut tidak mampu rnenjadi ibu yang baik.

Menurut DR Jalaluddin Rakhmat MSc, itu bisa terjadi karena dia tidak bahagia. Kalau meminjam istilahnya Tony Buzan, pakar tentang otak manusia dari Amerika, kemampuan seseorang untuk berbahagia dalam segala situasi berhubungan dengan kecerdasan spiritualnya. Seseorang yang dikatakan taat beragama belum tentu cerdas secara spiritual. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual? Dan apa bedanya dengan kecerdasan emosional?


Bedanya Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual

Pada awalnya, orang hanya mengenal kecerdasan iritelektual, kemudian muncul kecerdasan emosional dan kini kecerdasan spiritual. Menurut DR Jalaluddin Rakhmat MSc, seorang psikolog, kecerdasan emosional (emotional intelligent) dipopulerkan Daniel Coleman meskipun dia bukan penemunya. Psikolog Howard Gardner adalah orang yang pertama menemukan sejenis kecerdasan untuk bisa memaharni orang-orang lain, dan disebutnya sebagai kecerdasan interpersonal (interpersonal intelligent).

Oleh Daniel Coleman, selelah sepakat dengan penelili-peneliti lain, kecerdasan interpersonal itu disebutnya kecerdasan emosional. Pada intinya, kecerdasan emosional adalah kemampuan orang untuk memahami orang-orang di sekitamya, berinteraksi untuk mengembangkan empati, simpati, dan untuk bisa bekerjasama.

Sedangkan Howard Gardner merumuskan delapan kecerdasan majemuk, yaitu kecerdasan musikal, kinestetik (kemampuan menari), visual (kemampuan menggambar, mengekspresikan sesuatu dalam bentuk lukisan), logis matematis, interpersonal (personal), intrapersonal (berpikir refleksi), linguistik (menggunakan bahasa), dan naturalistik. Tapi Gardner tidak memasukkan kecerdasan spiritual karena katanya kecerdasan spiritual itu tidak punya tempat di dalam otak kita seperti kecerdasan yang lain.

Tapi belakangan kecerdasan spiritual itu menurut penelitian-penelitian di bidang neurologi (ilrnu tentang syaraf) justru punya tempat di dalam otak. |adi ada bagian dari otak kita dengan kemampuan untuk mengalami pengalaman-pengalaman spiritual, untuk melihat Tuhan. Dalam hal ini maksudnya adalah menyadari kehadiran Tuhan di sekitar kita dan untuk memberi makna dalam kehidupan. jadi ciri orang yang cerdas secara spiritual di antaranya adalah bisa memberi makna dalam kehidupannya.

Sedangkan ciri umum orang yang cerdas secara emosional yaitu sukses dalam kehidupan, sukses dalam pekerjaan, mampu bekerjasama dengan orang lain, mampu mengendalikan emosi. Dia juga biasanya pintar menarik hati orang lain, bisa memahami sifat setiap orang dengan tepat, biasanya juga hafal nama-nama orang yang dikenalnya dan mengetahui kesenangan dan ketidaksukaan orang itu. Orang yang cerdas secara emosional itu dalam tingkat yang negatif bisa memanipulasi orang tapi dalam tingkat yang positif bisa menjadi pemimpin yang baik.


Cerdas Spiritual Beda Dengan Sikap Religius

Sayangnya, masih menurut DR jalaluddin Rakhmat, di Indonesia kecerdasan spiritual lebih sering diartikan rajin salat, rajin beribadah, rajin ke masjid, pokoknya yang menyangkut agama. Jadi kecerdasan spiritual dipahami secara keliru. Padahal kecerdasan spiritual itu kemampuan orang untuk memberi makna dalam kehidupan. Ada juga orang yang mengartikan kecerdasan spiritual itu sebagai kemampuan untuk tetap bahagia dalam situasi apapun tanpa tergantung kepada situasinya.

Mengutip Tony Buzan, pakar mengenai otak dari Amerika, DR jalaluddin Rakhmat menyebutkan bahw ciri orang yang cerdas spiritual itu di antaranya adalah senang berbuat baik, senang menolong orang lain, telah menemukan tujuan hidupnya, jadi merasa rnemikul sebuah misi yang mulia kemudian merasa terhubung dengan sumber kekuatan di alam semesta (Tuhan atau apapun yang diyakini, kekuatan alam semesta misalnya), dan punya sense of humor yang baik. Di Amerika, pelatihan-pelatihan kecerdasan spiritual ditujukan untuk itu, yaitu melatih orang memilih kebahagiaan di dalam hidup. 

Penelitian itu dilanjutkan sampai muncul aliran di dalam psikologi yang membuat terapi baru. Dulu kalau ada orang depresi diobati dengan obat anti depresi seperti prozak, sekarang cukup disuruh beramal, menolong orang lain, ternyata terjadi perbaikan. Dengan menolong dan beramal, dia menemukan bahwa hidupnya bermakna, dan itu namanya kecerdasan spiritual, jadi orang yang cerdas spiritual itu bukan yang paling rajin salatnya, tapi yang senang membantu orang lain, mempunyai kemampuan empati yang tinggi, juga terhadap penderitaan orang lain, dan bisa memilih kebahagiaan dalam hidupnya.

Di Indonesia buku Kecerdasan Spiritual yang pertama ditulis oleh Danah Zohar. Saya memberikan kata pengantar disitu sekaligus mengkritik Danah Zohar, tapi ada juga yang tidak saya kritik yaitu kata-kata Danah Zohar bahwa bisa saja seorang ateis malah memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi. Banyak orang menjadi ateis itu bukan karena argumentasi rasional tapi karena tingkah laku para pemeluk agama yang mengecewakan mereka misalnya melihat orang-orang beragama yang tidak bisa menghargai perbedaan pendapat, merasa dirinya paling benar, dan suka menghakimi orang lain.

“jadi ada orang yang tidak mempersoalkan Tuhan, yang penting bisa berbuat baik kepada orang banyak. Ini ciri orang yang cerdas spiritual juga. Sekarang baru terbukti secara psikologis bahwa banyak menolong orang itu membuat bahagia. Mengapa? Karena dengan begitu kita jadi menemukan misi hidup.” Demikian penjelasan DR |alaluddin Rakhmat.


Kecerdasan Spiritual Bisa Dilatih

Kini pelatihan untuk meningkatkan kecerdasan spiritual semakin mudah ditemukan (lihat boks “Cara praktis cerdas spiritual” dan “Cerdas emosi dan spiritual lewat sembilan jalan”). Masih menurut DR Jalaluddin Rakhmat, mengikuti training bisa saja membantu mempengaruhi kecerdasan spiritual selama konsepnya benar. Keberhasilan seseorang belajar lewat training dapat dilihat jika setelah mengikuti training hidupnya berubah menjadi positif yang tadinya depresi atau menderita kecemasan, ketakutan pada masa depan, kebingungan, lalu menjadi bahagia.


Cara Praktis Cerdas Spiritual

Kecerdasan spiritual itu mempunyai banyak konsep, kiat, dan caranya. Orang yang cerdas secara spiritual itu bagaimana sih rasanya? Otak dan tubuhnya beroperasi seperti apa?

"cerdas secara spiritual atau dekat dengan Tuhan itu harus dibuktikan dengan berada di zona ikhlas yang mensyaratkan tiga hal, yaitu gelornbang otaknya harus lebih banyak dalam posisi Alfa dan Tetha, kemudian sistem perkabelan otaknya (neuropeptide) serasi dan memunculkan perasaan tertentu kepada Tuhan, lalu tubuhnya harus cukup mengandung hormon serotonin, endorfin, dan melantonin dalam komposisi yang pas. Dalam kondisi itu, maka dengan sendirinya ciri-ciri kecerdasan spiritual akan muncul."

"Tanpa ketiga syarat itu, agak sulit dipercaya. Misalnya seseorang mengaku dekat dengan Tuhan tapi hormon di tubuhnya dominan kortisol, yaitu hormon yang muncul pada saat orang stres, bagaimana mungkin? Seseorang yang dekat dengan Tuhan mestinya lebih banyak berada dalam kondisi khusyuk, kondisi rileks, dan hormon di tubuhnya pasti hormon yang bagus seperti hormon DHEA, serotonin, endorfin, dan melantonin".

Mempelajari kecerdasan spiritual tidak bisa begitu saja lewat buku, karena hasilnya hanyalah pemahaman kecerdasan spiritual lewat logika, apalagi kalau membacanya sambil stres. Akan lebih efektif jika menggunakar brainwave technology, yaitu dengan mendengarkan CD musik yang berfungsi menarik gelornbang otak ke Alfa-Theta selama 20 menit pada pagi dan petang hari.

Kita juga bisa melatih kecerdasan spiritual lewat puasa dengan syarat puasa tersebut dijalankan dengan benar. Karena puasa bisa menurunkan gelornbang otak dari Beta ke Alfa-Theta sehingga rnembuat orang lebih sabar dan memunculkan keinginan untuk berbuat baik. Kalau itu berlanjut hingga 10 hari maka otaknya akan stabil beroperasi di Alfa-Theta. " "Kalau hal itu bisa berlanjut hingga 20 hari, maka hormon-hormon yang baik dan menenangkan akan diproduksi oleh tubuh. Saat itu dia akan melihat hidup ini dengan cara lain, menjadi mudah bersyukur, mudah rnerasa terharu."

"Memunculkan perasaan mudah bersyukur itu penting sekali karena rasa syukur bisa diartikan sebagai kemampuan menikmati hidup ini apapun kondisinya, sehingga susah atau senang rasanya tetap nikmat. Rasa syukur yang benar, dalam arti betul-betul menghayati nikmatnya hidup, juga sangat membantu memunculkan kecerdasan spiritual.


Dari Berbagai Sumber
Baca selengkapnya

Do’a Anti Miskin

Himpitan ekonomi dan desakan kebutuhan yang tinggi seringkali membuat orang frustasi hingga makin menjauh dari Allah Rabbul Izzati. Mimpi ingin kaya dengan sekejap kadang hadir dilintasan hati, akibatnya adalah kolaborasi dengan dukun atau paranormal yang dianggap sanggup dan mampu untuk merubah jalan hidupnya yang serba kurang menjadi kehidupan yang serba kecukupan pun dilakukan. 

Tragisnya yang banyak tertipu oleh penjahat-penjahat dunia ghaib itu adalah orang yang cukup berpendidikan. Logika yang selama ini selalu diagung-agungkan seakan lenyap ketika harus berbenturan dengan kebutuhan ekonomi yang dideritanya. Padahal kalau ia mau sedikit berfikir, mestinya para dukun tersebut tidak perlu harus payah-payah bekerja menjadi paranormal jika ia mampu untuk menggandakan uangnya. 

Ketika terjadi problematika kehidupan, mestinya kita berlindung di bawah sifat Rahman dan Rahimnya Allah Swt. Sebuah ijazah pendek pernah disampaikan oleh Al-Maghfurlah KH Yahya Dahlan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Talun Kayen Pati kepada seluruh santrinya pada waktu itu, dengan harapan para santrinya kelak akan mudah dalam mengais rizkinya Allah serta senantiasa mendapat keberkahan adalam usahanya. Menurut beliau siapaun yang mengamalkan doa ini maka dia akan diberikan kemudahan dalam berusaha mencari rizki. Do’a itu adalah sebagai berikut :’ Ya Rahman Ya Rahiim Ya Fattaahu Ya Wahhaab Iftah liiy Qulubiy Warzuqniy Bi laa Ta’ab” dibaca 70 kali selesai sholat maghrib, tentunya setelah dzikir ma’tsur dari Nabi Saw. 

Penulis adalah santri yang sampai sekarang masih istiqomah mengamalkan ijazah tersebut, dan Alhamdulillah Allah memberikan jalan mudah dalam mencari ma’isyah, 
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan maghfirahnNya kepada Syaikhuna KH Rois Yahya dan kita semua mendapatkan berkah ilmu beliau dari dunia sampai akherat. Amiin
Baca selengkapnya