Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Jujur

Kejujuran berarti kesesuaian antara kata dan perbuatan. Kejujuran memainkan peranan besar dalam kehidupan Syaiful dalam bermasyarakat serta pelayanannya di bidang kesehatan. Menurut Syaiful, kejujuran merupakan keindahan bertutur kata dan sebagai landasan kesuksesan. Karena itu, Syariat Islam dalam Al-Qur’an dan Sunnah selalu mengagungkan kejujuran dan mendorong manusia untuk berkata benar.
Sebagaimana firman Allah, “Orang yang membawa kebenaran dan yang membenarkannya, merekalah orang-orang yang bertakwa. Mereka memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Tuhan mereka. Itulah ganjaran bagi orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Az-Zumar: 33-34).
Allah berfirman, “Inilah hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang berkata benar dengan kebenaran (yang) mereka (perbuat).” (QS. Al-Maidah: 119).
“Wahai orang-orang yang beriman, betakwalah kepada Allah dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar.” (QS. At-Taubah: 119).
Rasulullah SAW bersabda, “Kejujuran adalah hiasan tutur kata.”
“Amalan-amalan orang yang jujur dapat tumbuh berkembang.” Hal ini berarti bahwa amalan-amalan yang jujur akan berlangsung terus dan ganjaran-ganjaran bagi mereka juga tumbuh berkembang. Dengan demikian, Allah hanya menerima amalan-amalan dari orang-orang yang saleh.

Sejak usia 5 tahun, Syaiful kecil telah dikenalkan dan diajarkan oleh orang tuanya (yang kebetulan seorang Ustadz dan ulama di Tegal) untuk membaca Al-Qur’an dan bagaimana mengerjakan shalat lima waktu. Kebetulan pada saat itu di komplek rumahnya terdapat Mushola yang dipergunakan oleh masyarakat untuk shalat berjamaah lima waktu.
Pendidikan agama yang diperoleh Syaiful sangat ketat dan keras yang dilakukan oleh Abah-nya sampai-sampai jika keliru dalam membaca Al-Qur’an ataupun tidak menjalankan shalat, ia harus menerima hukuman seperti dicambuk badannya ataupun tidak diberi makan seharian.
Pemahaman-pemahaman agama pun didapatnya sejak usia dini bersama keluarganya dengan menghadiri pengajian-pengajian bersama kakeknya. Satu pengalaman yang membekas dihati dan pikiran HM. Syaiful M. Maghsri adalah pengajian yang disampaikan Bapak KH. Syamsudin (Kini Almarhum). Setiap beliau ceramah menyebut nama Allah ataupun do’a, Syaiful selalu menitikkan air mata atau menangis. Selain itu, beliau menyatakan bahwa salah satu pintu rezeki jika kita ingin hidup bercukupan adalah berbakti kepada kedua orang tua dan menyenangkan hati mereka terutama hati seorang ibu.
Dan setelah Syaiful M. Maghsri tumbuh dewasa, dua hal yang disampaikan oleh KH. Syamsudin itu masih tertanam di hatinya dan telah menjadikannya sebagai sesuatu yang luar biasa dalam kehidupan, sejalan dengan arahan Syekh Mursyidnya KH. Muhammad Alkaf. Tidak hanya kehidupan keberagamaan Syaiful M. Maghsri saja yang keras, namun kehidupan kesehariaannya sampai dewasa juga keras karena langkahnya senantiasa dipenuhi oleh perjuangan hidup. Namun karena ia selalu melakukan pendekatan spiritual melalui penerapan ajaran-ajaran agamanya dengan sungguh-sungguh dan berlandaskan kejujuran maka dirinya mampu menjalani kehidupannya dengan penuh ketabahan dan rasa syukur kepada Allah. Dan inilah dasar perjalanan spiritual seorang Syaiful M. Maghsri.

Kejujuran tentu merupakan salah satu karakteristik kesalehan yang sangat penting. Selain itu, saling memahami diantara individu-individu merupakan kebutuhan sosial. Jika kejujuran tertanam di setiap hati manusia, mereka akan memiliki kemampuan untuk memikul beban-beban kehidupan dan dapat menikmati suasana hidup berdampingan secara damai. Lisan (perkataan) merupakan instrumen untuk saling memahami dan penerjemah berbagai konsep yang ada dalam pikiran-pikiran manusia. Oleh sebab itu, ia memainkan peranan serius dalam eksistensi masyarakat dan keharmonisan perasaan-perasaan dan ide-ide individu melalui kejujuran.
Kebahagiaan atau kedukaan suatu masyarakat tergantung pada kejujuran lisan atau kebohongannya. Jika lisan jujur dalam menginterpretasikan emosi-emosi (perasaan-perasaan), maka lisan dapat memenuhi misi komunikasi. Jika sebaliknya, maka lisan akan menjadi penuntun bagi kejahatan dan sarana kehancuran sosial. Oleh karenanya, kejujuran sangatlah memainkan peranan besar dalam kehidupan manusia untuk mewujudkan keharmonisan dan kedamaian.
Jika semua orang bertindak jujur, mereka akan memperoleh manfaat dan keuntungan yang sangat besar. Namun jika ketidakjujuran yang telah menjadi fenomena umum dalam masyarakat ini masih menjadi kebiasaan, maka prinsip-prinsip akhlak manusia akan melemah, kondisi saling pengertian akan menghilang serta kehidupan sosial masyarakat akan menjadi tidak teratur.
Inilah 4 hal yang mampu menciptakan kejujuran dalam hidup manusia :
a)        Kejujuran bertutur kata, meliputi kejujuran berbicara tentang sesuatu hal tanpa berbohong atau menyembunyikannya.
b)       Kejujuran berbuat amal, meliputi kesesuaian antara perbuatan dan perkataan, seperti bersumpah dan memenuhi janji-janji.
c)        Tekad yang benar, meliputi tekad untuk berbuat baik.
d)       Niat yang benar, meliputi penyucian niat dari cacat-cacat riya.

Tujuh maqam Abdul Jailani yaitu Tobat, Ikhlas, Tawakal, Syukur, Sabar, Yakin dan Jujur yang telah dijelaskan di atas telah dijalani oleh Syaiful M. Maghsri, baik dalam kehidupan sosial maupun dalam pelayanannya yang bersifat Manajemen Spiritual. Dalam menjalani kehidupan ini, ia juga memberikan penjelasan bagaimana manusia bisa mengendalikan nafsu dari setiap aktivitas hidupnya. Ingi Tahu seperti apa? Baca kisah selanjutnya……….
      


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI