Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Tobat

Tobat yang benar (taubatan nashuha) dapat dicapai setelah melewati tiga tingkatan. Tingkatan pertama adalah membangun kesadaran. Orang yang bersalah merasa menyesal karena telah berbuat maksiat kepada Allah. Ketika jiwa manusia dipenuhi dengan kesadaran ini maka jiwa itu akan bergerak menuju tingkatan kedua.
Tingkatan Kedua adalah tingkatan dimana jiwa manusia kembali menuju jalan Allah dan memiliki niat yang benar untuk tunduk taat kepada-Nya. Ketika perasaan ini meliputi jiwa manusia maka jiwa itu akan bergerak menuju tingkatan Ketiga.
Tingkatan Ketiga adalah tingkatan penyucian diri (tazkiyatan nafs) dari dosa-dosa dengan melakukan amalan-amalan saleh dan menghindari perbuatan-perbuatan jahat. Dengan demikian, seseorang telah mencapai pertobatan yang benar.

Pertobatan  tidak boleh dilakukan secara main-main atau sekadar ucapan lisan. Tobat adalah benar-benar kembali menuju ke jalan Allah dan benar-benar menghindari maksiat kepada-Nya. Imam Ridha berkata, “Orang yang memohon ampunan Allah dari suatu dosa, namun ia terus melakukan dosa itu, berarti ia telah mengejek Allah.”
Kemudian manfaat-manfaat tobat sangat banyak sebagaimana tertera dalam Al-Qur’an serta hadist-hadist Rasulullah SAW dan Ahlubait. Begitu besar perhatian Allah kepada manusia hingga Dia menolak untuk tidak memperhatikan para pelaku maksiat yang tenggelam dalam kegelapan-kegelapan dosa. Allah menaungi mereka dengan simpati yang tinggi dan ampunan yang mulia. Allah menarik perhatian mereka untuk kembali menuju jalan-Nya dan membuka jalan tobat bagi mereka yang berdosa.

“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka ucapkanlah, ‘Salam Sejatera Untukmu!’ Tuhan kalian telah menentukan atas diri-Nya (untuk mencurahkan) rahmat bagi kalian, yaitu orang yang melakukan perbaikan, maka ia akan menemukan bahwa Allah itu Maha Pengampun dan Maha Penyayang (QS. AL-An’am: 54)
Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan dirinya” (QS. Al-Baqarah : 222). Rasulullah SAW bersabda, “orang yang bertobat dari dosa ibarat orang yang tidak pernah melakukan dosa itu.” Rasulullah SAW juga bersabda, “Tak ada yang lebih disukai Allah dibandingkan dengan seorang mukmin pria atau wanita yang bertobat”.
Nabi Adam As berdoa kepada Allah: “Ya Allah! Engkau telah menjadikan Iblis menguasai diriku dan menjadikannya berlari dalam jiwaku seperti aliran darah. Anugerahilah aku sesuatu agar aku dapat melawan ini!” Allah menjawab, “Wahai Adam!Siapapun dari keturunanmu berniat untuk melakukan suatu perbuatan jahat, Aku tidak akan membolehkan perbuatan itu dicatat atas namanya jika ia tidak melakukannya. Namun jika ia melakukannya, Aku akan memerintahkan (malaikat-Ku) untuk mencatatnya sebagai satu perbuatan jahat. Jika ia berniat untuk melakukan suatu perbuatan baik, Aku akan perintahkan (malaikat-Ku) untuk mencatatnya sebagai satu perbutan baik. Jika ia melakukannya, aku akan perintahkan (malaikat-Ku) untuk mencatatnya sebagai sepuluh perbuatan baik.
Nabi Adam As meminta tambahan angerah, dan Allah pun berfirman, “Siapa pun diantara keturunanmu melakukan suatu perbuatan jahat, lalu ia memohon ampunan-Ku, maka Aku akan mengampuninya.”Nabi Adam As kembali meminta tambahan anugerah dan Allah pun berfirman, “Aku akan menerima tobat siapa pun diantara keturunanmu meskipun rohnya telah mencapai hidungnya (pada detik-detik terakhir kehidupannya).” Akhirnya Nabi Adam as. Berkata, “Itu sudah cukup.”   

“Allah memberikan, kepada orang beriman yang melakukan suatu dosa, tujuh jam sebagai waktu perenungan sebelum Dia mencatat dosa itu. Jika orang beriman itu memohon ampunan Allah dalam waktu tujuh jam, dosanya tidak akan dicatat. Jika tidak, satu perbuatan jahat akan dicatat atasnya. Orang yang benar-benar beriman akan tetap mengingat perbuatan dosanya dua puluh tahun setelah ia melakukan perbuatan itu dan memohon ampunan Allah, dan ia terampuni. Sedangkan orang kafir  melupakan segera setelah ia melakukannya."

 “Siapapun diantara orang-orang beriman yang melakukan empat puluh dosa besar dan memohon ampunan Allah dengan mengucapkan istigfar berikut ini dan dengan penyesalan luar biasa, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya. Orang yang melakukan lebih dari empat puluh dosa besar dalam sehari, maka dosa-dosanya sulit Allah ampuni. Ucapan istigfar itu adalah: ‘Astagfirullah alladzi laa ilaha illa huwal hayyul qayyum, badi’us samaawati wal ardhi dzul jalali wal ikram wa asaluhu an yushalliyah ‘ala Muhammad wa ali Muhammad wa ayyatuba ‘alayya.’ (Aku memohon ampunan kepada Allah yang tiada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Abadi. Dia Maha Pencipta seluruh langit dan bumi. Pemilik kemegahan dan kemuliaan. Aku memohon kepada-Nya agar menyampaikan shalawat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad, serta agar Dia menerima tobatku).
Bertobat atas dosa-dosa merupakan sesuatu hal yang wajib, hal ini tidak diragukan lagi, sebab logika dan teks-teks naqliyah (Al-Qur’an dan Hadist) mendukungnya. Terbukti bahwa proteksi terhadap sebab-sebab dari kerugian-kerugian merupakan sesuatu yang penting secara logika. Dalam hal ini, manusia wajib mencari perlindungan tobat dalam menghadapi akibat-akibat  buruk dari perbuatan-perbuatan dosa. Al-Qur’an dan Hadist menekankan pentingnya tobat melalui berbagai gambaran dan penyederhanaannya.
Rasulullah SAW bersabda, “ Orang yang bertobat setahun sebelum kematiannya, maka tobatnya akan diterima oleh Allah. Satu tahun terlalu panjang! Orang yang bertobat sebulan sebelum kematiannya, maka tobatnya akan diterima oleh Allah. Sebulan juga terlalu lama! Orang bertobat seminggu sebelum kematiannya, maka tobatnya akan diterima oleh Allah. Seminggu juga terlalu lama! Orang yang bertobat sehari sebelum kematiannya maka tobatnya akan terima oleh Allah. Sehari juga terlalu panjang! Orang yang bertobat sebelum matanya tertutup untuk selama-lamanya, maka tobatnya akan diterima oleh Allah.
“Allah memiliki rezeki yang melimpah yang akan Dia diberikan kepada siapapun yang Dia kehendaki. Bersamaan dengan terbitnya setiap fajar, Allah mengulurkan bantuan-Nya bagi orang-orang yang melakukan perbuatan dosa pada malam harinya, yaitu Allah menerima tobat mereka (jika mereka bertobat). Bersamaan setiap terbenamnya mentari, Allah menggulurkan bantuan-Nya bagi orang-orang yang melakukan perbuatan-perbuatan dosa pada siang harinya, yaitu Allah menerima tobat mereka (jika mereka bertobat).
Banyak orang menemukan jalan kebenaran setelah menempuh jalan menyimpang dan bangkit berdiri setelah tenggelam dalam kemaksiatan. Hasilnya, mereka berusaha untuk membersihkan dosa-dosa yang telah mereka lakukan dengan jalan tobat dan kembali melangkah di jalan Allah. Disisi lain, banyak pula orang yang masih tertipu dengan berbagai kesenangan dan tipu daya kehidupan dunia ini. Akibatnya, mereka tetap melakukan dosa-dosa  baru setelah bertobat karena mereka terlanjur hanyut dalam pusaran arus kejahatan dan kemaksiatan di dunia ini. Dengan demikian, mereka hidup diantara konflik brutal antara intelektualitas dan keinginan-keinginan duniawi.
Adakalanya mereka mampu menguasai nafsu dan keinginan-keinginan mereka. Adakalanya pula keinginan-keinginan mereka memenangkan pertarungan hebat dalam berbagai situasi. Situasi inilah  yang mencegah mereka untuk kembali bertobat karena mereka selalu menduga bahwa mereka akan kembali sesat dan terus melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Individu yang demikian harus memahami bahwa setiap manusia merupakan objek godaan dan inspirasi-inspirasi setan yang penuh dosa, dan bahwa tak ada orang yang benar-benar dapat terselamatkan dari inspirasi-inspirasi demikian kecuali para Imam Maksum. Oleh karena itu, mereka seharusnya kembali menuju ke jalan Allah dan bertobat kepada-Nya secara benar walaupun godaan setan menyerang mereka dan mereka telah sesat beberapa kali.
Sebagaimana firman Allah, “Katakanlah,’Wahai hamba-hamba yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).
Dari sudut pandang itu, Rasulullah SAW dan Ahlubaitnya menegaskan agar kita bisa mengulangi tobat dan selalu kembali menuju jalan Allah untuk menyelamatkan diri kita dari siksa dosa dan dari keterpurukan akibat kejahatan-kejahatan kita.
Orang yang bertobat harus mengetahui jalan-jalan tobat hingga ia dapat menjauhkan dirinya dari setiap dosa secara layak. Namun, dosa banyak bentuknya. Sebagian berkenaan dengan seorang hamba dan Tuhannya. Dosa-dosa ini terklasifikasi menjadi dua bagian:
1.            Mengabaikan ritual-ritual wajib.
2.            Melakukan perbuatan-perbuatan terlarang.
Sebagai contoh dari klasifikasi pertama adalah mengabaikan shalat wajib, puasa, haji, zakat dan ritual-ritual lainnya. Jalan tobat dari dosa-dosa demikian adalah berusaha keras untuk menuaikannya (termasuk membayar kewajiban-kewajiban yang tertinggal/ terabaikan)
Sedangkan contoh bagi klasifikasi kedua adalah berzina, meminum minuman keras, berjudi dan sebagainya. Jalan tobat dari dosa-dosa demikian adalah perasaan menyesal telah melakukannya dan berniat sungguh-sungguh untuk meninggalkannya.
Sebagaian dosa berkenaan dengan individu dan orang banyak, seperti merampas harta milik orang lain, membunuh jiwa-jiwa yang mulia serta tidak menghormati orang-orang beriman dengan menunjukkan sikap-sikap buruk, seperti mencaci maki, memukul, memfitnah dan bergunjing.
Dosa-dosa ini merupakan dosa-dosa yang sangat berbahaya dan sangat sulit disembuhkan. Jalan tobat dari dosa-dosa seperti itu adalah dengan meminta maaf pada pihak-pihak lain yang dirugikan dan mengembalikan apa yang dirampas kepada para pemiliknya. Jika ini tidak mungkin terlaksana, maka sangatlah penting untuk segera memohon ampunan Allah, meningkatkan neraca perbuatan-perbuatan baik, dan memohon dengan sangat kepada Allah untuk membuat orang yang terzalimi itu menjadi ridha terhadap kita. Pihak pezalim yang sadar pasti akan dihisap pada Hari Pengadilan Akbar.
Segeralah bertobat dengan benar agar diterima oleh Allah. “Dialah yang menerima tobat para hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan mereka serta Dia Maha Mengetahui Apa yang kalian Lakukan.” (QS. Asy-Syura: 25).
Rasulullah SAW bersabda, “Seandainya kalian tidak melakukan dosa-dosa dan tidak memohon ampunan Allah, Dia pasti menciptakan makhluk-makhluk lain yang melakukan dosa-dosa dan kemudian memohon ampunan-Nya hingga Dia dapat mengampuni mereka. Seorang beriman sering melakukan dosa-dosa, namun sangat sering bertobat kepada Allah. Simaklah firman Allah: “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan dirinya.” (QS.Al-Baqarah: 222).




0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI