Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Do’a Anti Miskin

Himpitan ekonomi dan desakan kebutuhan yang tinggi seringkali membuat orang frustasi hingga makin menjauh dari Allah Rabbul Izzati. Mimpi ingin kaya dengan sekejap kadang hadir dilintasan hati, akibatnya adalah kolaborasi dengan dukun atau paranormal yang dianggap sanggup dan mampu untuk merubah jalan hidupnya yang serba kurang menjadi kehidupan yang serba kecukupan pun dilakukan. 

Tragisnya yang banyak tertipu oleh penjahat-penjahat dunia ghaib itu adalah orang yang cukup berpendidikan. Logika yang selama ini selalu diagung-agungkan seakan lenyap ketika harus berbenturan dengan kebutuhan ekonomi yang dideritanya. Padahal kalau ia mau sedikit berfikir, mestinya para dukun tersebut tidak perlu harus payah-payah bekerja menjadi paranormal jika ia mampu untuk menggandakan uangnya. 

Ketika terjadi problematika kehidupan, mestinya kita berlindung di bawah sifat Rahman dan Rahimnya Allah Swt. Sebuah ijazah pendek pernah disampaikan oleh Al-Maghfurlah KH Yahya Dahlan Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Talun Kayen Pati kepada seluruh santrinya pada waktu itu, dengan harapan para santrinya kelak akan mudah dalam mengais rizkinya Allah serta senantiasa mendapat keberkahan adalam usahanya. Menurut beliau siapaun yang mengamalkan doa ini maka dia akan diberikan kemudahan dalam berusaha mencari rizki. Do’a itu adalah sebagai berikut :’ Ya Rahman Ya Rahiim Ya Fattaahu Ya Wahhaab Iftah liiy Qulubiy Warzuqniy Bi laa Ta’ab” dibaca 70 kali selesai sholat maghrib, tentunya setelah dzikir ma’tsur dari Nabi Saw. 

Penulis adalah santri yang sampai sekarang masih istiqomah mengamalkan ijazah tersebut, dan Alhamdulillah Allah memberikan jalan mudah dalam mencari ma’isyah, 
Semoga Allah melimpahkan rahmat dan maghfirahnNya kepada Syaikhuna KH Rois Yahya dan kita semua mendapatkan berkah ilmu beliau dari dunia sampai akherat. Amiin
Baca selengkapnya

Rahasia Do’a 999% Mustajab

Rahasia dikabulkanya doa. Doa atau berdoa tidak asing lagi bagi telinga kita. Hampir semua agama dan kepercayaan mengajarkan kepada pengikutnya untuk senantiasa bedoa. sebab doa adalah pengingat ketika keberhasilan dapat diraih,maka kita sadar itu merupakan karunia Alloh, jika kegagalan yang datang, maka doa sebagai benteng dari putus asa, karena dari situ kita tahu betapa lemahnya kita,tanpa pertolongan-Nya mustahil kita mampu menjalani hidup ini.

Sebagian orang menggap doa sebagai “pesugihan” yang halal, mungkin anda sudah mencari doa manjur,do’a paling mujarab,doa paling ampuh, atau juga mendatangi tempat berdoa yang maqbul, mungkin juga sudah menyempatkan waktu untuk memasuki waktu mustajabnya doa.

Pernahkah kita merasa kalau doa kita ditolak oleh Alloh?

cara menyembuhkan penyakit
Berbagai doa sudah dilantunkan, bermacam cara bahkan tidak jarang kita meluangkan waktu, mencari saat dan tempat yang konon mustajab untuk berdoa, namun semua itu nyaris tidak membawa hasil, bahkan yang lebih tragis, nikmat yang kita harapkan malah laknat yang datang. Kehidupan yang layak, rejeki yang melimpah,isteri yang cantik,kendaraan mewah selalu kita panjatkan agar itu berpihak pada kita, namun bukannya mendekat, malah menjauh.
Rahasia do’a makbul

Setelah bertahun-tahun terombang-ambung diantara harapan dan putus asa, kadang pertanyaan- pertanyaan datang bertubi-tubi. Kenapa Alloh masih enggan mengabulkan doaku? Apa salahku? Kurang apalagi? Puasa sudah,berdo’a sudah,beramal sudah, tapi koq masih begini saja.

Ada 3 tahapan yang harus kita lakukan agar doa kita maqbul, bahkan dijamin pasti insya Alloh manjur ;

1. Syukur

Mungkin kita bertanya, hidup saja susah apa yang mau disyukuri? Inilah kesalahan kita. Coba kita renumgkan ! andai kita mempunyai anak, anak kita minta mobil-mobilan, karena kita sayang kita kasih, tapi anak itu lupa membawa pulang mainannya ketika bermain dengan kawan-kawannya. Hilanglah mainan itu. Keesokan harinya dia merengek minta dibelikan lagi,kita pun membelikannya, dan kejadian pertama terulang lagi. Lantas jika anak kita itu minta lagi apa jawab kita? Apa akan langsung membelikannya? Tentu kita akan marah bukan?

Memang Alloh tidak seperti kita, namun kita hendaknya tahu diri, bagaimana Alloh akan mengabulkan doa kita jika nikmat yang sudah ada saja tidak pernah disyukuri, ini namanya tidak tahu berterima kasih.

Cara menyembuhkan penyakit dengan bio energi
Dan yang paling penting adalah ; doa itu bisa di ijabah atau ditolak oleh Alloh, tapi syukur pasti akan diterima ( bagaimana syukur yang benar? akan dilanjutkan dalam tulisan berikutnya , insya Alloh).

Jika kita bersyukur, maka Alloh akan menambahi anugerah-Nya kepada kita tanpa kita minta sekalipun. Alloh berfirman ; “Jika kamu menghitung-menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan dapat menentukan jumlahnya (menghitungnya). Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.” QS. An Nahl : 18.

2. Malu

Sepantasnya kita malu, mungkin kita tidak diberi harta lebih, tapi kita masih diberi akal, tangan, kaki dan yang lebih penting kita masih hidup, tapi kenikmatan2 itu sekan tidak berarti apa-apa bagi kita, kita mendefinisikan nikmat itu hanya berupa harta,tahta,wanita.

3. Istighfar

Cara Menjadi sukses dan kaya dengan quantum
mohonlah ampun kepada Alloh, atas kesalahan-kesalahan yang telah kita lakukan dengan sebenar-benarnya.

Insya Alloh dengan di awali dan dilandasi 3 hal tersebut doa kita akan di kabulkan oleh Alloh. Dengan catatan semua itu dilakukan dengan benar tanpa direkayasa.
Baca selengkapnya

Tujuh Jenjang Spiritual



Menurut Abdul Qadir Jailani, terdapat 7 jenjang spiritual (maqam) namun sebagian unsur dan urutannya berbeda dengan maqam Abu Nash al-Sarraj. (Nama Abdul Qadir Jailani ada yang menulis Jilani karena huruf jim dalam namanya bisa dibaca fatah dan bisa dibaca kasrah, kalau dibaca fatah-tanda baca di atas-jadi jailani, tetapi kalau dibaca kasrah-tanda baca di bawah-jadi jilani). Ketujuh maqam Abdul Jailani tersebut adalah :  

5. Sabar   

(Silahkan Klik untuk Membaca Artikelnya)

Baca selengkapnya

Jiwa Manusia



Syaiful mengemukakan Masing-masing jiwa memiliki kedinamisan, kebutuhan, dan kekuatan sendiri-sendiri. Pada saat yang berbeda, jiwa yang berbeda mungkin saja mendominasi. Mengetahui jiwa mana yang lebih aktif adalah informasi yang penting bagi seorang guru. Sebagai contoh, sebuah mimpi yang datang dari jiwa yang satu akan ditafsirkan dengan sangat berbeda dari sebuah mimpi  dari jiwa lainnya. Untuk Memahami "Jiwa Manusia", silahkan baca artikel pencerahan lebih lanjut di bawah ini :


Syaiful M. Maghsri menuturkan bahwasanya siapa yang mengenal (makrifat) Tuhannya, tentu ia akan mencintainya. Tidak mungkin cinta kepada Allah tanpa makrifat sebelum mencapai hakikat, dan tidak akan mencapai hakikat tanpa lewat thariqat..... >>> Read More 

Menurut Syaiful M. Maghsri, manusia memiliki tujuh jiwa, atau tujuh sisi dari keseluruhan jiwa kita. Masing-masing mewakili tingkat evolusi yang berbeda: jiwa mineral, nabati, hewani, pribadi, insani, rahasia, dan Maha Rahasia...... >>> Read More  

Untuk memahami keseimbangan 7 jiwa pada manusia, silahkan baca penjelasan dari masing-masing jiwa berikut ini ...... >>> Read More  

Untuk memahami ketidakseimbangan 7 jiwa pada manusia, silahkan baca penjelasan dari masing-masing jiwa berikut ini ...... >>> Read More  

Jiwa Berkata : "Aku memiliki tubuhku, tapi bukanlah semata tubuhku. Tubuhku mungkin saja sehat atau sakit, letih atau bersemangat, tetapi aku tidaklah sepenuhnya terpengaruh. Aku menghargai tubuhku sebagai alat penyembuhan yang bernilai." ...... >>> Read More



Baca selengkapnya

Olah Hati



Menurut Syaiful M. Maghsri, menjadi seorang yang salih berarti menyadari bahwa hati setiap orang yang kita temui adalah kuil Tuhan. Banyak hati yang telah terlukai. Kita dapat melayani ciptaan Tuhan dengan berusaha menyembuhkan banyak hati yang terluka. Pelayanan ini juga menyembuhkan dan membuka hati kita. Untuk Memahami "Olah hati", silahkan baca artikel pencerahan lebih lanjut di bawah ini :



Hati adalah sepotong daging yang tidak berkadar. Ia berasal dari Yang mengetahui yang gaib dan yang tampak, karena hal itu dapat diketahui oleh binatang dengan indera penglihatannya sebagai kelebihan dari manusia.....>>> Read More

Hati memiliki empat stasiun: dada, hati, hati lebih dalam, dan lubuk hati terdalam. Dada adalah lingkaran terluarnya, hati dan hati lebih dalam berada pada kedua lingkaran tengah, sedangkn inti dari hati terletak di pusat lingkaran.....>>> Read More 

Pemahaman spiritual adalah cahaya yang dipancarkan Tuhan ke dalam hati. Cahaya amaliah, cahaya iman, cahaya makrifat, cahaya kesatuan, dan cahaya keunikan, adalah serupa satu sama lain. Mereka berasal dari sumber Ilahiah yang sama.....>>> Read More

Ketika mata hati terbuka, kita dapat melihat kenyataan sesungguhnya yang tersembunyi di balik penampakan luar dunia ini, ketika telinga hati terbuka, kita mampu mendengar kebenaran yang tersembunyi di balik kata-kata yang terucap.....>>> Read More



Baca selengkapnya

Pola Pikir Manusia



Menurut Syaiful ada dua alasan mengapa otak jauh lebih penting; pertama, walaupun ia tidak bisa bekerja sendiri, secara biologi ia adalah pusat bagi semua aktivitas tubuh, baik itu kegiatan sadar maupun tidak sadar (otonom). Ia layaknya CPU (Central Processing Unit) dalam sebuah sistem komputer bagi tubuh manusia, dan kedua secara simbolis, ia diposisikan pada bagian tubuh teratas dan menempati posisi paling tinggi dari semua organ tubuh. Ia disimpan dalam batok kepala yang berlapis-lapis dan sangat kuat. Juga direndam dalam cairan (cerebrospinalis) yang diproduksinya sendiri yang membuatnya tahan gempa dan goyangan. Untuk Memahami "Pola Pikir Manusia", silahkan baca artikel pencerahan lebih lanjut di bawah ini :



Otak manusia sesungguhnya memiliki kekuatan yang dahsyat. Potensi otak manusia untuk menciptakan, menyimpan, dan belajar boleh dikatakan tidak terbatas. Selama hidup, manusia hanya menggunakan sebahagian kecil saja dari kemampuan berpikir tersebut..... >>> Read More

Hampir semua organ gerak dan bagian tubuh sebelah kiri dikontrol oleh otak sebelah kanan. Sebaliknya, organ gerak kanan dan bagian tubuh sebelah kanan diatur dan diawasi oleh otak sebelah kiri...... >>> Read More 

Syaiful M. Maghsri menyebutkan Pertalian intensif antara berbagai jenis akal menghasilkan perhubungan yang erat antara Tuhan dengan manusia, antara ciptaan Tuhan sebagai alam besar (makrokosmos) dan manusia sebagai alam kecil (mikrokosmos)....... >>> Read More 

Syariat berhubungan dengan kenyataan yang melintasi waktu. Setiap generasi dalam masyarakat muslim harus menyesuaikan diri dengan ajaran syariat dan menerapkannya  ke dalam kondisi di mana mereka hidup...... >>> Read More 

Tarikat adalah jalan spiritual menuju Tuhan.Terkadang juga diartikan sebagai organisasi persaudaraan sufi, seperti Qadiriyah, Nasyabandiyah, dll. Tarekatmemerlukan bimbingan guru yang disebut musryid atau syekh....... >>> Read More 

Hakikat membuka kesempatan kepada penempuh jalan spiritual untuk mencapai maksudnya, yaitu mengenal Tuhan, makrifatullah dan musyahadah (menyaksikan) cahaya yang tajalli (tersingkap)...... >>> Read More  


Baca selengkapnya

40 Kemuliaan bagi Mereka yang Bersyukur

Anugerah bagi orang yang bersyukur antara lain diberi penglihatan dan diberi makrifat dan akhirnya dihadapkan dengan dimulaikan dihadapan-Nya. Apa-apa yang diberikan Allah SWT kepada manusia itu taat kepada Allah dan senantiasa berkhidmat kepada Allah dalam menempuh jalan ini seumur hidupnya, maka dalam garis besarnya ada 40 kemuliaan. Adapun 40 kemuliaan bagi mereka yang bersyukur :

Kemuliaan yang pertama :
Zikir dan dipuji oleh Allah SWT
Sungguh mulia sekali seseorang yang oleh Allah SWT diberi karunia : disebut dan dipuji.

Kemuliaan yang kedua :
Yang bakal diterima ketika masih berada di dunia adalah disyukuri (diterima) dan diagungkan oleh Allah SWT.
Kemuliaan yang ketiga :
Bagi mereka yang taat ketika masih di dunia yakni dicintai oleh Allah SWT.

Kemuliaan yang keempat :
Ketika masih di dunia, Allah menjadikan wakilnya (wakil-wakil orang yang taat), segala urusannya diatur oleh Allah SWT.

Kemuliaan yang kelima :
Allah SWT menanggung rezekinya, rezekinya dilimpahkan oleh Allah SWT dari satu keadaan kepada keadaan yang lain dengan tidak susah payah dan tidak akan ada akibatnya yang mencelakakan (benar-benar halal).

Kemuliaan yang keenam :
Allah memberi pertolongan kepadanya dalam menghadapi setiap musuh, dihindarkan oleh-Nya tiap-tiap orang yang bermaksud jahat kepadanya.

Kemuliaan yang ketujuh :
Allah menenteramkan hatinya, tidak ada rasa khawatir sama sekali, tidak takut diubah, tidak takut diganti.

 Kemuliaan yang kedelapan :
Derajatnya menjadi mulia, tidak terkena oleh hinanya berkhidmat kepada dunia dan kepada ahli-ahli dunia, malah tidak rida dikhidmati oleh raja-raja dunia dan para penguasa yang lainnya, mereka semuanya itu dijauhkan karena tidak merasa perlu kepadanya.

Kemuliaan yang kesembilan :
Hikmah-nya diangkat oleh Allah SWT sehingga jauh di atas, tidak jatuh ke bawah, tidak dipenuhi oleh kotoran-kotoran dunia dan ahlinya, tidak mengacuhkan kepada hiasan-hiasan bohongnya dan tempat-tempat yang akan menyebabkan lupa kepada akhirat dan lupa kepada Allah SWT., Dirinya ibarat orang yang sudah dewasa yang sudah tidak menyukai kepada permainan-permainan anak-anak.

Kemuliaan yang kesepuluh :
Kekayaan hati, ini berarti bahwa dirinya lebih kaya daripada orang-orang yang kaya di dunia. Hatinya itu rida, berlapang dada, tidaklah kaget oleh kejadian-kejadian apa saja dan tidak pernah susah oleh ketiadaan.

Kemuliaan yang kesebelas :
Hatinya itu bersih, dengan kebersihan hatinya maka dengan mudah memperoleh ilmu-ilmu dan rahasia-rahasia, hikmat-hikmat, tidak akan terkejar oleh yang lain sedikit pun dari bagian tersebut, kecuali dengan susah payah dan dalam waktu yang lama,maka barulah akan dikejar, tapi hanya sedikit saja.

Kemuliaan yang keduabelas :
Oleh Allah SWT dadanya perlu dilapangkan, tidak merasa sempit atau kesal dari cobaan dan musibahnya dunia dan dari gangguan yang datang dari orang lain dan dari kelakuan-kelakuan jahat terhadapnya.

Kemuliaan yang ketigabelas :
Orang lain merasa segan dan simpati kepadanya, dan dihormati oleh orang-orang yang baik serta di segani oleh raja-raja yang zalim seperti fir’aun yang merusak.

Kemuliaan yang keempatbelas :
Perasaan cinta pada hati orang-orang, Allah SWT menanamkan cinta di hati orang-orang itu kepadanya, semua hatinya cenderung untuk mahabbah kepadanya, seolah-olah semua akhlaknya itu dibuat untuk mencintai dan mengagungkan serta memuliakan kepadanya.

Kemuliaan yang kelimabelas :
Berkah (kebaikan yang banyak) yang umum dalam setiap perkataannya malah nafasnya pun berkah, perilaku berkah, sehingga tanah yang bekas diinjaknya pun dianggap berkah, demikian pula berkahnya itu diharapkan oleh orang yang bersahabat dengan beliau dan juga orang-orang yang melihat kepada beliau sewaktu masih hidup.

Kemuliaan yang keenambelas :
Ditaklukannya bumi, daratan dan lautan dan apabila di kehendaki maka beliau dapat berjalan di udara atau di atas air, atau menempuh bumi manapun dalam tempo kurang dari satu jam.

Kemuliaan yang ketujuhbelas :
Hewan-hewan pun ditaklukan, baik binatang buas, binatang hutan dan lain-lain semuanya cinta kepada beliau, singapun menggerak-gerakkan ekor kepadanya.

Kemuliaan yang kedelapanbelas :
Mempunyai kunci-kunci bumi, di mana saja di tepuk olehnya di sana terdapat gudang-gudang harta, apabila dikehendakinya dimana saja dijejakan kakinya, maka tersemburlah mata air apabila diperlukan dimana saja berhenti/istirahat, maka tersedialah hidangan bilamana dimaksudkan oleh beliau.

Kemuliaan yang kesembilanbelas :
Pimpinan dan pengaruh dalam pintunya Rabbul Izzati, jadi orang-orang itu mencari wasilah dengan berkhidmat kepadanya agar dekat kepada Allah SWT. Ingin hasil dari Allah SWT dengan pengaruh dan berkahnya (tawassul) jadi saya mengingkari tawasul itu adalah karena belum mengenal derajatnya para aulia.

Kemuliaan yang keduapuluh :
Oleh Allah SWT, doanya itu diijabah, apa saja yang dimohonkannya kepada Allah SWT, maka dilaksanakan oleh Allah, apabila mendoakan kepada siapa aja tentu syafaatnya itu di terima.

Kemuliaan yang keduapuluh satu :
Dibentengkan sakaratul-mautnya, padahal sakaratul maut itulah yang paling di khawatirkan oleh para Nabi Salawatullahi-wasalamuhu’alaihim ajma’in. Sehingga ada para wali yang meninggalnya seperti yang sedang meminum air saja yang sangat nikmat bagi orang yang kehausan, firman Allah SWT, “Orang yng didatangi oleh Malaikat akan dicabut nyawanya, mereka merasa senang.”

Kemuliaan yang keduapuluh dua :
Tetap dalam makrifat dan iman. Tidak adanya iman itulah yang paling ditakuti dan paling dikhawatirkan serta yang ditangisi itulah yang dipakai keluh kesah. Firman Allah, “Orang-orang yang beriman (para aulia) ditetapkan oleh Allah SWT. Dengan ucapan yang tetap dalam hidup di dunia dan di akhirat.”

Kemuliaan yang keduapuluh tiga :
Oleh Allah SWT dilimpahkan kepadanya kesenangan-kesenangan, wangi-wangian dan khabar yang menggembirakan disertai keridaan dan aman, sebagaimana firman Allah, “Jangan takut dan bersedih, bergembiralah kamu dengan Surga yang telah dijanjikan untukmu.”  Jadi beliau-beliau itu tidak merasa takut atas apa yang kelak di hadapi olehnya di akhirat dan tidak bersedia atas apa yang ditinggalkannya di dunia.

Kemuliaan yang keduapuluh empat :
Kekal di Surga.

Kemuliaan yang keduapuluh lima :
Di alam gaib, ruhnya itu diiring (bagaikan pengantin) dan naik ke langit dan bumi dengan pengormatan dan kelemah-lembutan, dikaruniai kenikmatan-kenikmatan sedangkan badan dialam kenyataan (sebelum masuk kubur), mayatnya diagungkan, berebutan untuk menyembahyangkannya serta di urus secepatnya, karena mereka yang menguruskannya itu mengharapkan pahala yang besar dan dianggapnya suatu keuntungan yang paling besar.

Kemuliaan yang keduapuluh enam :
Aman dari pertanyaan kubur dan ditakdirkan menjawab dengan benar, sehingga aman dari huru-hara kubur.

Kemuliaan yang keduapuluh tujuh :
Di luaskan serta diterangi kuburnya, berada pada satu taman surga sampai Hari Kiamat.

Kemuliaan yang keduapuluh delapan :
Nyawanya itu di hadapan Allah SWT, merasa tenang dan tenteram, dikuburnya senang, nyawanya pun senang sekalipun berpisah dengan badannya dan nyawanya di hormat disimpan di dalam burung-burung yang hijau bersama-bersama saudara-saudara yang saleh dengan riang gembira dalam memperoleh karunia dari Allah SWT.

Kemuliaan yang keduapuluh sembilan :
Paras mukanya bersih dan bercahaya, firman Allah SWT, “Wajah-wajah pada hari itu bersih bersinar melihat kepada Tuhan.” Dan firman-Nya pula, “Ada wajah pada hari itu (Kiamat) bercahaya, senyum gembira.”
Kemuliaan yang ketigapuluh satu :
Aman dari huru-hara hari kiamat. Firman Allah SWT, “Apakah lebih baik dari kafir yang datangnya dengan ketakutan ataukah mukmin yang datangnya dengan aman?”

Kemuliaan yang ketigapuluh dua :
Menerima catatan amal-amal itu dari sebelah kanan (sebagai suatu tanda keselamatan) dan ada pula yang tidak diberi catatan sama sekali (sebab tidak akan dihisab).
Kemuliaan yang ketigapuluh tiga :
Sekalipun di hisab, maka hisabannya itu dientengkan, bahkan ada yang tidak di hisab sama sekali.

Kemuliaan yang ketigapuluh empat :
Timbangan kebaikannya berat, bahkan ada yang tidak ditimbang sama sekali.

Kemuliaan yang ketigapuluh lima :
Menghadap kepada Rasulullah SAW di telaga dan dia minum di telaga Rasulullah, yang apabila telah minum di telaga itu, maka tidak akan merasa dahaga lagi sama sekali.

Kemuliaan yang ketigapuluh enam :
Bisa menempuh jurang shirathal mustaqim dan selamat dari neraka jahanam, malah ada yang sama sekali tidak mendengar suara nerka jahanam, dia kekal pada apa-apa yang diinginkan oleh hati mereka, bagi mereka api neraka itu dipadamkan.   

Kemuliaan yang ketigapuluh tujuh :
Bisa memberi syafaat kepada orang lain di pandang Mahsyar di Hari Kiamat sebagaimana para Nabi dan Rasul memberikan syafaatnya (jadi orang yang salehpun dapat memberikn syafaat kepada para ahlinya, kaumnya dan tetangganya).

Kemuliaan yang ketigapuluh delapan :
Memperoleh kerajaan yang kekal di surga.

Kemuliaan yang ketigapuluh sembilan :
Keridoian dari Maha Agung, dari Allah SWT.

Kemuliaan yang keempatpuluh :
Menghadap kepada Robbul’Alamin, Tuhan Seru Sekalian alam yang awal dan yang akhir, tetapi jangan bagaimana Jalla Jalaluhu.







Baca selengkapnya

Menciptakan Hubungan yang Sukses


1. Mencintai Diri Sendiri
Fakta pertama yang tidak memungkinkan kita berhubungan dengan hati seseorang adalah jika belum berhubungan dengan dirimu sendiri. Semua hati merupakan interaksi dua arah, dan untuk mewujudkannya diperlukan dua pusat hati yang terbuka dan mampu merasakan cinta. Hingga kau berhubungan dengan pusat hatimu dan merasakannya, pasangan yang berusaha menjangkaumu, akan menemukan bahwa tidak ada sesuatu yang tidak dapat kita hubungi. Sebagi contoh, ketika pasanganmu ingin membuka hatinya, dan menjadi peka terhadapmu, tetapi kau belum belajar membuka hatimu dan peka terhadap diri sendiri, kau tidak akan mampu menerima hadiah dari dia. Kita tidak akan dapat menemukan kerangka berpikir dalam diri mereka yang akan memungkinkan kita memahami dan dapat menghadapi emosi-emosi mereka.


Hadiah yang terbesar yang kita bawa bagi hubungan romantis kita adalah hubungan yang jujur dan sehat dengan diri sendiri. Untuk mencapainya kita harus mengambil suatu tanggung jawab bagi emosi-emosi dan belajar untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita sendiri. Seperti yang kita lakukan, pertumbuhan self-love akan menolong untuk memahami dan mengantisipasi luka-luka di masa silam, merasa lebih seimbang dalam hidup dan menemukan suka cita yang lebih besar di dunia di sekitar kita. Sebagai akibatnya, kita tidak akan lebih lama lagi menuntut pasangan menjadi penyembuh, penyelamat, atau penghibur. Sebaliknya kita akan mendapatkan rasa kesempatan dalam diri dan merasakan kondisi keutuhan dalam diri kita. Kita dapat mendekati hubungan dari sudut pandang “apa yang kau bawa padanya” lebih dari pada “apa yang perlu kita ambil darinya”. Ini akan secara otomatis mengurangi banyak tekanan  pada pasangan dan pada saat yang sama membuat kita jauh lebih atraktif bagi mereka! Kita secara cepat menemukan bahwa self-love, merupakan bahan yang esensial dalam resep mencapai hubungan yang sukses. 

2.     Rasa Hormat
Adalah sesuatu yang sangat menyedihkan, namun merupakan fakta yang sering terjadi, ketika kita memasuki suatu hubungan romantis, kita terikat dalam perilaku yang paling “gila” dan tidak umum. Meskipun kita mengklaim mencintai pasangan kita lebih daripada siapa pun di dunia ini, kita sering memperlakukan mereka dengan cara yang paling tidak terhormat, cara yang tidak pernah kita impikan untuk dilakukan pada teman-teman, keluarga, atau rekan kerja. Sebagai misal, mungkin kau jadi tidak toleran pada mimpi-mimpi kehidupan pada pasangan kita, secara terus-menerus mengejek dan mencari-cari kelemahan sekecil apa pun pada dirinya, yang selalu akan mengganggu pasangan kita untuk menjadi lebih realitis. Namun jika teman kita datang dengan gagasan-gagasan yang sama, kita jauh lebih terbuka pada rencana-rencana mereka dan bahkan menawarkan untuk mendukung apa yang mereka cari.

Untuk mencegah hubungan kita jatuh ke dalam pencarian celah untuk mencela, yang tidak berguna dan untuk mengangkat derajat seseorang, kita perlu mengembangkan rasa hormat pada pasangan kita dan perjalanaan menemukan diri mreka. Hal tersebut berarti selalu menyokong, mengizinkan, dan menoleransi mereka, ketika mereka berbuat kesalahan-kesalahan dan temuan-temuan, dengan tetap memberikan dasar cinta kasih yang kuat dan bersifat mendukung. Ini tidak berarti, Anda tetap memprotes kekurangan-kekurangan mereka, dengan cara menelpon dan menggosipkannya dengan teman. Penilaian-penilaian, harapan-harapan, pada bagaimana seharusnya mereka berperilaku, atau upaya-upaya lain, sebagai bagian dari upaya untuk memanipulasi perilaku mereka, mengotori kesakralan perjalanan yang kita arungi bersama. Semua itu menjerat kita dengan sebuah kurva yang membatasi diri, pada pola pikir earth level, dan akan mencegah kita mengalami kondisi cinta dan suka cita alamiah, yang merupakan kondisi yang kita harapkan untuk dapat ditemukan kembali dengan terlibat dalam hubungan tersebut.

Agar hubungan sukses, kita perlu menghubungi soul level dan menghormati jalan pencarian jati diri yang kita cari bersama hubungan ini akan menolong kita memahami bahwa peran utama adalah untuk mencintai dan mendukung satu sama lain. Lihat kekasih kita dengan cara ini, sebagai teman dan sahabat, akan memampukan kita untuk berhubungan satu sama lainnya dalam suatu sikap saling menghormati yang selaras dan cara pemberdayaan yang saling mengisi.

3.     Kebebasan 
Pola hubungan lain yang bersifat aneh adalah banyak dari kita mempersamakan berpasangan secara romantis dengan kepemilikan. Bahkan ada yang melampiaskan ketidaknyamanan dalam menjalin hubungan dengan cara mengekang atau mengendalikan. Kita keliru kalau menganggap dapat menghapus rasa putus asa dengan mengendalikan pasangan kita semata. Seperti menginterogasi ke mana mereka pergi, perusahaan yang mereka ikuti, atau jumlah uang yang mereka belanjakan.

Dorongan untuk mengendalikan dapat menjadi tipu muslihat yang halus dan sering mengambil bentuk yang tidak kentara. Sebagai misal, hal pertama yang sering kita lakukan, adalah dengan bergabung dalam hubungan jangka panjang yang potensial, dengan mencoba menindas potensi pasangan kita, yang merupakan daya tarik bagi kita awalnya. Misalnya, ketika kita pertama jatuh cinta pada pasaangan kita, dia hangat, riang, dan suka pesta, maka sekarang hal itu menjadi suatu yang mulai menjemukan, kita bisa menyalahkan dia main gila, padahal sebenarnya melakukan tindakan yang biasa-biasa saja. Kita lakukan ini karena takut, hal tersebut tidak lagi menjadi daya tarik bagi kita, tetapi bisa jadi hal itu juga yang akan menarik orang lain. Hal tersebut muncul karena kuranganya self-love (cinta diri sendiri) dan adanya perasaan yang tidak aman, karena kita tidak cukup membuat pasangan tertarik pada kita. Perilaku tersebut dapat menghalang-halangi pertumbuhan pasangan, bahkan juga akan menyebabkan situasi membingungkan bagi diri kita, dan menuntut kebanggaan diri. Dengan membuat pasangan jadi kecil, kita juga membuat diri sendiri menjadi kecil.


Baca selengkapnya

Kehidupan Sosial


Sejauh ini kita telah melihat dasar dari pendekatan earth level dalam kehidupan. Kita telah menyelidiki bagaimana kita dapat mengarahkan aspek-aspek kesadaran yang lebih banyak pada proses berpikir kita. Agar bekerja melalui hal-hal yang kita minati. Kini kita  dapat mulai mengeksplorasi secara lebih mendalam pendekatan soul level.
Syaiful M. Maghsri menuturkan, kita dapat memulainya dengan memandang segala sesuatunya dalam konteks yang lebih besar, gambaran keseluruhan, dan mencari alasan-alasan yang lebih mendalam pada peristiwa-peristiwa dalam kehidupan kita. Kemudian kita bisa belajar untuk menggunakan pemahaman baru tersebut untuk membuat kehidupanmu lebih menyenangkan, dan bermakna.
Kita telah melihat bagaimana bahasa menjadi salah satu cara dalam memenuhi perhatian kita yang lebih mendalam, dalam  sebuah hubungan. Kita dapat mempelajari secara lebih mendalam dan menanyakan hubungan dengan orang lain seperti apa, makna yang sebenarnya bagi kita, dan mengapa hal tersebut begitu penting bagi pertumbuhan jiwa dan spiritual kita.

Ketika kita  terlibat dalam suatu hubungan intim dengan orang lain, dengan tidur di sampingnya, bercinta dan meluangkan waktu bersama, kita menyerap sejumlah energi dari orang tersebut. Segera, energi tersebut akan meluap dan bergabung untuk membentuk sesuatu kesatuan yang tidak terpisahkan di antara kita, yang menjadi hubungan kita. Kesatuan tersebut mempengaruhi hidup kita dan ketika kita berada di bawah pengaruh, kita sering menjadi terikat dengan perilaku yang paling shock dan irasional. Pada waktu yang lain, kesatuan tersebut dapat menghasilkan tindakan-tindakan yang paling mulia. Syaiful M. Maghsri mengajak marilah kita melihat mengapa kita menciptakan kesatuan yang unik tersebut dalam hidup kita, dan mengeksplorasi bagaimana caranya, dengan memahami hal tersebut dari perspektif soul level, kita akhirnya dapat menemukan suatu hubungan yang dipenuhi oleh cinta yang mendalam, kebijaksanaan, dan dukungan pada alur kehidupan kita.

HM. Syaiful M. Maghsri mengemukakan bahwasanya kita tidak dapat hidup dengan mereka, dan tidak dapat hidup tanpa mereka merupakan refrain yang sebagian besar kita gunakan hubungan romantik dalam sebuah episode kehidupan kita. Namun, kita tidak peduli seberapa sulitnya kondisi hubungan dengan pasangan kita di masa lampau, kita masih tetap melanjutkan untuk mencari atau melibatkan seseorang yang khusus tersebut, seseorang yang bagaimanapun kita rasakan akan memenuhi kita. Bahkan padaa orang yang telah sangat melukai kita, sehingga kita tidak pernah berhubungan dengannnya, biasanya kita tetap memiliki suatu dunia internal yang dipenuhi dengan memori atau fantasi romantis, dimana kita berusaha merasa nyaman dalam kondisi yang menekan tersebut. Kita semua didorong oleh sesuatu dorongan yang bersifat mendalam untuk membentuk suatu koneksi yang intim dengan dunia sekitar kita, dan sebagaian besar dari kita memilih untuk melakukannya melalui hubungan tersebut. Sebelum kita dapat mulai memiliki suatu hubungan yang sukses, kita perlu jujur pada apa  yang sebenarnya kita harapkan dari orang lain, jika kita menggunakan “soul level”  untuk melihat hal tersebut, kita akan lihat bahwa kebutuhan kita untuk berpasangan sebenarnya merupakan suatu mekanisme perlawanan, dari kebutuhan manusiawi yang mendasar, namun untuk mengatasi rasa keterpisahan yang bersifat keduniawian.

Untuk memahami hasrat tersebut secara lebih baik, kita pertama-pertama perlu untuk menelusuri kembali perjalanan jiwa kita pada kedatangan dan kehadirannya di bumi ini. Ketika kita pertama kali datang ke dunia, tampaknya kita mendarat dengan parasut tanpa suatu peta. Kita datang di tanah yang asing dan di sekelilingnya dipenuhi oleh orang-orang yang berbicara dengan bahasa yang aneh. Segala sesuatunya adalah baru dan tampaknya satu-satunya orang yang dapat menolong kita adalah orang-orang yang telah kita kenal di sekitar kita. Kita datang tanpa opini-opini tentang kehidupan dan menjadi terbuka pada semua saran dari orang lain. Kita mulai kehilangan sifat sukacita daan kesenangan yang alamiah, dan kehilangan minat untuk mencintai atau berpasangan dengan orang lain. Namun, ketika kita mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan penjaga-penjaga di bumi, kita mulai memerhatikan bahwa mereka tampaknya lebih tidak berbahagia daripada kita. Nyatanya, hampir sebagian besar waktunya, mereka tampak berpegang pada earth level, pikiran yang didasari oleh ketakutan. Kita mulai mendengar percakapan mereka tentang orang lain atau kelompok lain, dengan suatu pandangan yang negatif. Mereka memperingatkan pada kita secara berulang-ulang tentang bahaya hidup di dunia. Perlahan-lahan, pikiran yang dipenuhi dengan ketakutan tersebut, beberapa di antaranya akan ditepiskan dari kesadaranmu dan kau akan mulai memerhatikan bahwa hal tersebut tidak membuatmu merasa nyaman. Nyatanya hal tersebut justru membuatmu ketakutan dan kesepian, dan menjadi curiga pada orang lain. Ketika kita masih kanak-kanak, kita merasa bahagia, memiliki kepercayaan dan berhubungan dengan setiap orang di sekitar kita, tapi sekarang kita merasa kurang nyaman dan mulai memimpikan hadirnya seseorang yang dapat membuat kita merasa nyaman dan membuat kita merasa aman lagi. Tidak pasti siapa yang dapat kita percayai, kita secara rahasia merindukan seseorang yang seperti dirinya, dengan harapan bahwa mereka dapat membawa kita kembali pada pembawaan yang penuh sukacita, yang bersifat alamiah.


Menurut Syaiful M. Maghsri pada titik tersebut kita mulai misi kejiwaan yang bersifat riil, di atas bumi, yaitu untuk mengatasi ilusi keterpisahan yang kita alami, dan bergabung dengan setiap orang, dalam cinta, daripada menghindari setiap orang dengan suatu ketakutan. Hanya dengan hubungan yang penuh cinta, kita akan dapatkan kedamaian yang dapat bertahan lama dan kebahagian yang nyata. Syaiful M. Maghsri memaparkan, tugas kita adalah menolong satu sama lainnya untuk menemukan jalan untuk kembali ke rumah, yaitu pada cinta kasih yang murni dan dalam keterbukaan. Di suatu tempat pada pada memori kejiwaan kita dapat mengingat bahwa rumah merupakan suatu tempat, di mana kita tidak dalam kondisi defensif, di mana kita dapat membuat hati lumer, dipenuhi kelemah-lembutan, kepercayaan, cinta, dan harapan. Kita melewati kembali kondisi tersebut. Pentingnya bagi kehidupan kita adalah sepanjang kita mampu mengukurnya, untuk mempelajari bagaimana cara menciptakan kembali rumah tersebut, di sini, di atas bumi, di mana pun kita berada, dan dengan siapa pun kita bersama.  
Baca selengkapnya

Keluarga yang Sakinah

Seringnya manusia kurang mensyukuri rezeki yang telah diberikan Allah kepadanya karena beranggapan bahwa rezeki hanya berupa materi, khususnya uang. Padahal Allah juga memberikan rezeki-Nya tidak saja dalam bentuk materi, tetapi juga non materi. Salah satunya adalah keluarga yang sakinah, bisa jadi seseorang miskin harta tapi mempunyai keluarga yang membuatnya bahagia. Kebahagian tersebut adalah rezeki yang patut disyukuri.
HM. Syaiful M. Maghsri menuturkan bahwasanya kebahagiaan dalam rumah tangga adalah puncak kebahagiaan di dunia. Sepanjang pengalaman Syaiful, kebahagiaan keluarga merupakan kebahagiaan yang mempunyai kadar tertinggi di antara kebahagiaan-kebahagiaan yang lain. Kebahagiaan dan keindahan dalam rumah tangga, kebahagiaan bersama anak dan istri, terasa lain.
Syaiful mengemukakan bahwasanya setiap manusia pasti pernah merasakan saat-saat bahagia. Mungkin pada saat ia lulus ujian, mungkin saat diterima kerja atau promosi jabatan, mungkin saat memenangkan tender, mungkin saat melangsungkan pernikahan, dan sebagainya. Namun Allah SWT telah memberikan kebahagiaan yang demikian besar dalam rumah tangga. Kebahagiaan tersebut berupa kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari antara pasangan dan anak cucu mereka. Anugerah tersebut sesuai dengan apa yang selalu diminta Syaiful saat mendoakan keluarganya, sebagaimana firman Allah;
Wahai Tuhanku, jadikanlah istriku dan anak-anakku permata hati dan jadikan mereka pemimpin orang-orang yang bertakwa.” (Al-Furqaan : 74)

Dari doa tersebut akan terpancar suasana gembira dan bahagia setiap hari. Menurut HM. Syaiful M. Maghsri saat-saat yang paling indah adalah berkumpul dengan keluarga. Maka setiap memandang istri, anak-anak, maka hatinya akan bahagia. Meskipun hanya memandang atau menyaksikan gurauan mereka. Itulah anugerah yang diberikaan Allah atas kebahagiaan berumah tangga. Sehingga dapat dikatakan itulah kebahagiaan di dunia yang hakiki.
HM. Syaiful M. Maghsri berkata bahwasanya keluarga yang sakinah adalah keluarga yang didasari cinta kasih dan kesamaan keyakinan. Mereka adalah suami atau istri dan anak-anak yang saleh. Mereka satu sama lain saling mendukung dan mematuhkan diri. Seperti apakah mereka?

1.     Istri/Suami yang Saleh
HM. Syaiful M. Maghsri menuturkan dalam keluarga yang sakinah tentu anggota-anggotanya merupakan orang-orang yang saleh. Mereka adalah orang-orang yang taat pada agama, menjalankan ibadah, menjauhkan maksiatan, dan banyak beramal. Syaiful rajin shalat bersama istrinya dan anak-anak. Ia membangunkan keluarganya untuk bangun malam dan  shalat tahajud. Tiap magrib atau lepas subuh rumah HM. Syaiful M. Maghsri ramai dengan.....Baca Selengkapnya DISINI

2.     Anak yang Saleh
Anak yang saleh adalah anak yang berbakti pada orang tua. Dengan cara apa ia berbakti? Tentu dalam banyak hal, di antaranya membantu keluarga dalam urusan-urusan kerumah tanggaan. Bagi anak laki-laki, lebih ke arah fisik dan perlindungan kepada anggota keluarga yang wanita. Ia dapat diandalkan dalam menyelesaikan suatu persoalan. Dari segi non materi, anak yang saleh taat menjalankan perintah agama, ia rajin beribadah dan berakhlak mulia serta rajin mendoakan ayah dan ibunya.....Baca Selengkapnya DISINI.

3.     Teman yang Baik
Salah satu jenis rezeki adalah teman yang baik. Teman adalah rezeki, namun rezeki yang bagaimana? Tentu teman yang saleh. Rasullah  bersabda : “Perumpamaan teman yang saleh dan teman yang buruk bagaimana pembawa minyak wangi dengan peniup api. Pembawa minyak wangi ada kalanya dia memberimu atau engkau membeli darinya atau paling tidak engkau akan mendapatkan bau yang harum darinya.....Baca Selengkapnya DISINI

4.     Lingkungan yang  Baik
Nabi Muhammad SAW bersabda, “Al-jar qabla addar.’Tetangga sebelum rumah.” Rasullah SAW memerintahkan kita agar memperhatikan lingkungan terlebih dahulu sebelum memilih rumah. Jika seseorang akan membeli rumah periksalah apakah lingkungan tempat ia tinggal kelak adalah lingkungan yang baik. Suasananya islami dan tidak cenderung maksiat. Jika lingkungan tersebut akan memberikan situasi yang kondusif bagi perkembangan pendidikan dan akhlak.....Baca Selengkapnya DISINI

5.     Pekerjaan yang Baik
Yang terakhir, salah satu rezeki yang baik adalah pekerjaan yang baik. Rezeki ini jarang dipikirkan dan direnungkan oleh banyak orang. Mereka terbawa oleh rutunitas keseharian. Berangkat pagi dan pulang petang, tanpa memikirkan apakah sebetulnya pekerjaan yang ia lakukan di kantor, pasar maupun tempat – tempat lain itu baik atau tidak. Padahal pekerjaan yang baik adalah rezeki yang baik yang diberikan Allah pada kita. Bagaimana pekerjaan yang baik menurut.....Baca Selengkapnya DISINI

Baca selengkapnya