Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Bioenergi untuk Penyembuhan Diri Sendiri (Swahusada)


Swahusada adalah penyembuhan diri sendiri yang dilakukan oleh praktisi Bioenergi dengan cara menyalurkan energi secara merata ke seluruh tubuh, dari generator kepala secara otomatis energi akan bekerja sendirinya dan menyebar kedalam tubuh.

Penyembuhan diri sendiri dengan Bioenergi sesungguhnya merupakan usaha pemanfaatan energi hidup untuk penyembuhan berbagai penyakit. Bioenergi merupakan energi universal yang telah dikaruniakan oleh Allah dalam kehidupan ini. Bioenergi ada dimana-mana baik tumbuhan, binatang, alam sekitarnya dan termasuk manusia memilikinya. Karena berasal dari Tuhan Yang Maha Esa dan bersifat alami, Bioenergi memiliki suatu bersifat kecerdasan sendiri yang bila dimanfaatkan dalam penyembuhan dapat memenuhi semua tingkat kebutuhan manusia meliputi; fisik, emosional, mental, sosial, dan spiritual.

Siapapun dapat menggali, memanfaatkan dan menyeimbangkan Bioenergi ini untuk dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan cara yang sederhana, praktisi Bioenergi dapat memanfaatkan untuk penyembuhan diri sendiri ataupun penyembuhan orang lain tanpa menyebabkan rasa lelah dan terkurasnya tenaga seseorang karena Bioenergi yang kita manfaatkan berasal dari energi Ilahi yaitu sumber dari segala kehidupan ini.
Setiap praktisi Bioenergi setelah proses penyesuaian energi (Adjustment) diharuskan untuk melakukan swahusada selama 7 hari berturut-turut. Waktunya harus sama dengan hari pertama sampai hari ketujuh dengan maksud supaya energi seimbang dalam tubuh, dengan catatan apabila waktu tidak bersamaan atau terjadi perubahaan karena kesibukan aktivitas penyembuhan diri sendiri ini harus diulangi dari pertama lagi.
Efek dari suatu “Penyesuaian Energi” akan menyebabkan terjadinya suatu pembersihan pada semua tingkat dari tubuh kita (fisik, mental, emosional dan spiritual). Semangkin bersih tubuh kita dan semangkin mudah kita menyalurkan Bioenergi ke dalam atau luar tubuh.
Hanya dengan “Niat” kemana Bioenergi akan diarahkan maka energi tersebut secara otomatis akan menuju ke bagian tubuh yang membutuhkan. Jangan terpaku pada hasil yang akan dicapai. Jangan munculkan keraguan dalam diri Anda dengan bertanya apakah yang kita lakukan benar atau salah. Anda tidak akan pernah membuat kesalahan di dalam pemanfaatan Bioenergi.
Tinggalkan penggunaan Pikiran dan gunakan Rasa atau Intuisi (Gerak Hati) Anda. Jangan pernah mencoba mengerahkan atau memaksakan penyaluran energi, bila hal ini dilakukan akibatnya akan menutup atau menghambat aliran energi tersebut.
Penyembuhan Bioenergi merupakan proses penghayatan dan merasakan energi dengan membiarkan menelusuri setiap generator Bioenergi dan bagian-bagian tubuh untuk menentukan letak kelemahan atau gangguan energi baik karena adanya penyumbatan ataupun pengurasan energi yang menyebabkan timbulnya penyakit. Dengan teknik ini segera gangguan Bioenergi dihilangkan (normalisasi), maka segera penyakit dapat disembuhkan secara bertahap bahkan sekaligus sesuai dengan tingkat keyakinan, kemauan dan kecakapan dalam pemanfaatan Bioenergi.
Swahusada dilakukan dengan cara :
1.     Duduk santai di atas kursi dengan punggung tegak dan tangan menempel di paha menghadap ke atas.
2.     Berdoa kepada Allah SWT agar energi negatif yang ada di dalam berbagai lapisan tubuh dapat dikeluarkan secara maksimal.
3.     Niat melakukan swahusada, misalnya dengan mengatakan dengan hati, “Dengan kuasa dan kehendak-Mu ya Allah Bioenergi masuk dan meresap kedalam tubuh Norma untuk menyembuhkan seluruh penyakit yang ada dalam tubuhnya khususnya penyakit kencing manis, dengan ijin-Mu ya Allah terjadilah.”
4.     Menempelkan kedua tangan sebagai media penyaluran. Kedua telapak tangan ditempelkan agar Bioenergi mengalir masuk ke tubuh dan disalurkan melalui jalur energi telapak tangan ke tubuh sendiri. Secara umum, self healing dimulai dengan menempelkan kedua telapak tangan dan menyalurkan energi ke bagian kepala (ubun-ubun), telinga kiri-kanan, alis kepala belakang, tengkuk (tenggorokan), bahu, dada, solar plexus, pusar, sex, panggul, paha, betis, lutut, betis bawah belakang, punggung kaki, telapak kaki. Sehingga tubuh fisik menjadi sehat, tubuh emosi (psikis) menjadi selaras, tubuh mental menjadi tegar dan tubuh spiritual menjadi menguat.
5.     Swahusada ditutup dengan tahmid (Alhamduilillah) dan doa  kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan dalam bentuk energi positif yang mengalir dalam tubuh.

Setelah melakukan Swahusada selama 7 hari berturut-turut, maka tubuh peserta praktisi Bioenergi dianggap relatif bersih dan lebih siap untuk menjadi penyalur Bioenergi kepada orang lain. Swahusada telah menjadikan pintu-pintu dan jalur-jalur energi praktisi menjadi lebih bersih, sehingga akan mengalirkan energi secara lebih kuat dan berkualitas.
Hampir setiap praktisi Bioenergi akan merasakan sensasi pada bagian-bagian tubuh yang dialiri energi. Sensasi dapat berupa getaran panas, dingin, denyutan halus dan bahkan ketika lokasi tubuh tertentu kurang sehat, maka akan dirasakan nyeri akibat proses penyaluran energi. Semangkin sering melakukan swahusada, maka semakin bersih tubuh praktisi. Sensasi-sensasi yang tidak nyaman semakin berkurang akibat semakin sedikit kendala (energi negatif) yang menyumbat aliran Bioenergi.  



0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI