Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Istri/Suami yang Saleh


HM. Syaiful M. Maghsri menuturkan dalam keluarga yang sakinah tentu anggota-anggotanya merupakan orang-orang yang saleh. Mereka adalah orang-orang yang taat pada agama, menjalankan ibadah, menjauhkan maksiatan, dan banyak beramal. Syaiful rajin shalat bersama istrinya dan anak-anak. Ia membangunkan keluarganya untuk bangun malam dan  shalat tahajud. Tiap magrib atau lepas subuh rumah HM. Syaiful M. Maghsri ramai dengan bacaan Al-Qur’an. Mereka juga gemar bersedekah dan menyantuni fakir miskin. Dasar agama ini menjadi vital mengingat kebaikan di luar kebaikan dalam kerangka agama belum tentu menjamin kebagaiaan.

Syaiful dan istrinya tentu saling mendukung. Sering kita mendengar ungkapan, “tidak ada pria baik kecuali belakangnya ada istri yang baik, tidak ada pria yang buruk kecuali ada istri yang buruk dibelakangnya.” Demikian pula sebaliknya dengan wanita. Dukungan yang diberikan adalah, dukungan untuk melaksanakan kebaikan dan menciptakan kondisi agar keduanya bisa saling berbuat baik. 

HM. Syaiful M. Maghsri Mengemukakan suami-istri yang saleh juga saling mengisi kekurangan masing-masing. Allah menciptakan manusia dengan sifat-sifat yang berbeda. Mereka saling menyesuaikan diri agar serasi dan sempurna. Misalnya, seorang suami yang mempunyai sifat introver ‘pendiam, tertutup’ dapat ditutup oleh istri yang mempunyai sifat extrovert’terbuka.’ Sehingga ketika  menghadapi orang atau pihak lain, keluarga tersebut tampak serasi dan yang penting kekurangan sifat masing-masing tidak akan menimbulkan masalah karena saling mengisi.

Syaiful dan istrinya tentu saling mencintai. Namun, kecintaan mereka didasarkan pada kecintaan kepada Allah. Artinya, sepanjang mereka mencintai Allah, maka ia akan mencintainya. Karena kecintaan  kepada pasangannya, maka suami atau istri yang saleh tidak akan menyakiti pasangannya.  Jadi, jika suami atau istri mencintai pasangannya, maka ia akan mencurahkan segala kasih sayang padanya.

Secara peran, suami menjadi kepala keluarga, ia menjadi orang yang paling bertanggung jawab terhadap segala sesuatu dalam “kerajaan” rumah tangganya, seperti sabda Nabi Muhammad SAW, “Setiap kalian adalah pemimpin dan kalian akan dimintai pertanggung jawabanSeorang suami adalah pemimpin bagi rumah tangganya dan ia akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dipimpinnya.”

Seorang pemimpin, apalagi pemimpin keluarga, bertanggung jawab atas kelangsungan hidup keluarganya baik dalam hal fisik maupun non fisik. Seorang suami saleh yang bertanggung jawab harus bekerja keras mencukupi kehidupan rumah tangganya, mendidik istri, dan anak-anaknya agar taat kepada Allah dan bermanfaat bagi masyarakat. Kebanyakan manusia hanya menyadari tanggung jawab materinya saja dengan hanya memberikan uang kepada istri dan anak tiap bulannya. Namun, ia tidak peduli dengan kelakuan dan tingkah pola istri dan anak-anaknya, apakah sesuai dengan ajaran agama atau tidak. Padahal, kelakuan dan akhlak mereka tanggung jawabnya juga. Seorang suami yang saleh akan memperhatikan itu semua karena kelak akan dimintai pertanggung jawabannya.

Sementara peran istri, dipaparkan oleh Syaiful adalah memberikan ruh bagi suami. Istri yang saleh secara harfiah sudah dijelaskan oleh Hadist Nabi. Beliau mencirikan istri yang saleh yaitu mereka yang taat pada suami, menyenangkan jika dipandang, menjaga harta suami dan kehormatan dirinya tatkala suaminya tidak ada. Istri yang saleh membuat suaminya ridha, bahkan Nabi Muhammad SAW menjanjikan surga bagi seorang istri yang pada saat meninggalnya sang suami ridho atas hidupnya. Istri yang saleh menjadi dambaan bagi semua pria. Namun, wanita seperti itu jumlahnya memang tidak banyak, sebuah ungkapan menyatakan wanita saleh bagaikan burung gagak yang sayapnya putih sebelahnya. Sebuah ungkapan yang menunjukkan sedikitnya wanita salehah.

Alhamdulillah, dengan Kehendak dan Kuasa Allah HM. Syaiful M. Maghsri memiliki istri dan anak-anak. Ia menjalani kehidupan dengan keluarganya dengan senang hati daan karena Allah semata. Kehidupan rumah tangganya hampir sama sekali tidak ada pertengkaran, dan tidak ada iri hati antara istri tua dan muda, anak-anak tidak ada yang bermusuhan. Dengan kuasa dan ijin Allah Syaiful mengucapkan syukur atas nikmat yang diberikan Allah kepadanya, cerita Syaiful M. Maghsri saat sedang ceramah masalah keluarga yang sakinah. 

Jadi, seorang suami yang mempunyai istri salehah atau seorang istri yang mempunyai suami saleh berarti memiliki rezeki yang baik dari Allah. Anugerah itu patut disyukuri dengan selalu menjaga dan mempertahankan. Sama dengan harta, kesalehan istri atau suami juga harus “disalurkan” secara baik demi kepentingan agama dan mesyarakat sekitarnya.



0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI