Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Jiwa Hewani


Jiwa hewani, atau ruh haywani, terletak di dalam hati dan berhubungan dengan sistem peredaran darah. Hewan memiliki empat bilik hati dan sistem peredaran darah kompleks, yang mengalirkan darah ke seluruh organisme (pada reptil, sistem peredaran darah sepenuhnya berkembang, dan reptil hanya memiliki tiga bilik jantung. Akibatnya, kemampuannya bergerak menjadi terhambat, dan reptil membutuhkan udara hangat untuk dapat bergerak secara aktif. Sistem peredaran darah para mamalia yang lebih berkembang, menahan jiwa panas dengan lebih baik, sehingga membuat mamalia lebih aktif di dalam berbagai iklim).
Jiwa hewani kita mencakup rasa takut, amarah, dan hasrat. Seluruh makhluk cenderung untuk mendekati apa pun yang mendatangkan hasil (hasrat) dan bergerak menjauh dari (rasa takut) atau menolak (amarah) apa pun yang menyakitkan. Bertahun-tahun sudah psikologi behavioral memusatkan diri pada respons-respons dasar ini terhadap dunia dengan mengkaji efek dari hadiah dan hukuman (reward and punishment).
Karena psikologi menjadi semangkin rumit, kita cenderung lupa pada kekuatan dan universalitas dua naluri dasar akan rasa ketertarikan dan rasa penolakan. Bahkan, amuba akan menjauh dari setetes zat asam yang di tempatkan di atas kaca mikroskop atau bergerak maju pada setetes larutan makanan. Jika sesuatu yang disebut sebagai organisme itu memiliki respons tersebut, maka saya berpendapat bahwa setiap sel di dalam tubuh kita memiliki  kemampuan yang sama.
Naluri ini adalah dasar untuk pertahanan diri dn pertahanan spesies, yang muncul pertama kali dengan jiwa hewani. Pada tumbuhan, naluri untuk berkembang biak dan bertahan sangatlah terbatas. Mereka berada di dalam struktur tanaman yang relatif kaku dan tidak berubah. Tumbuhan mungkin saja menumbuhkan benih dan mengarahkan dirinya pada matahari, tetapi tidak terdapat hasrat berakar pada naluri untuk berkembang biak. Selain hasrat seksual, ada hasrat mencinta dan mengasuh.
Syaiful mengemukakan bahwasanya tubuh kita ini memiliki begitu banyak dorongan, naluri, rasa takut, dan hasrat. Dorongan-dorongan tubuh dianggap bertentangan dengan perkembangan jiwa.
Di dalam Bioenergi mengenai tujuh jiwa, seluruh jiwa haruslah sehat agar setiap individu dapat berkembang sebagai manusia yang utuh. Kita semua memiliki hasrat, rasa takut, dan selera. Semua ini bagian dari tubuh kita yang berguna. Namun, mereka tidak boleh mendominasi kehidupan kita. Jiwa hewani haruslah seimbang dengan jiwa-jiwa lainnya, bukannya menguasai. Jika keseimbangan tersebut telah tercapai, maka jiwa hewani yang telah berkembang dengan baik akan menjadi aset yang tidak terhingga nilainya bagi kesehatan dan kesejahteraan kita.
Ketika hasrat atau amarah kita berkembang secara berlebihan, maka ia akan merusak pandangan atau perilaku kita. Syaiful menggambarkan kebutuhan akan keseimbangan emosional :

Jika hasrat telah melampui batas wajar, maka muncullah kejahatan, kejahatan, ketamakan, prasangka, kekejaman, kehinaan, nafsu jahat, kekikiran, dan penghianatan. jika karakteristik hasrat tersebut terpendam dan kurang sempurna di dalam sifat seseorang, maka akan tumbuh kelemahan, ketidakberdayaan, dan kehinaan.
Jika amarah melampaui batas wajar, maka akan lahir watak jahat, angkuh, kebencian, sifat pemarah, tidak toleran, kejam, tidak stabil, kepalsuan, sombong, dan egois. Jika seseorang tidak dapat mengendalikan amarahnya, maka dendam akan menjalar di dalam dirinya. Jika karakteristik amarah ini terpendam dan tidak sempurna di dalam diri seseorang, maka pencelaan terhadap diri sendiri, kelemahan, kelalaian, kerusakan, dan ketidakmampuan menjadi hasilnya.

Kebaikan kimia agama adalah bahwa sifat-sifat ini berada di dalam batas yang wajar, masing-masing dimanfaatkan di dalam wilayah yang tepat. Agama berfungsi sedemikian rupa untuk mendominasi sifat-sifat ini, mengendalikan nafs tersebut (hawa nafsu) agar tidak menuruti kehendaknya, mengekangnya seperti seekor kuda daripada membiarkan sifat-sifat tersebut mendominasi seseorang dan mengendalikannya bagaikan seorang tawanan, laksana seekor kuda liar yang tak terkendali melawan dan menghempaskan dirinya serta penunggangnya ke dalam jurang ataupun menabrak dinding, hingga keduanya menjadi hancur.
Jiwa hewani memiliki kemamapuan untuk melepaskan kekuatan dan vitalitas yang luar biasa dari dalam diri kita. Sebagai contoh, seorang pria sedang bekerja di kolong mobilnya ketika dongkraknya terlepas. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan, ibunya segera masuk ke dalam garasi dan mengangkat mobil tersebut agar pemuda itu dapat merangkak ke luar. Ketika sang ibu mencoba mengangkat mobil tersebut kembali di hadapan para wartawan, ia bahkan tidak dapat mengangkatnya sedikitpun. Melalui jiwa hewaninya, ia memperoleh kekuatan yang tidak pernah ia impikan.
Jiwa hewani adalah sumber luar biasa bagi motivasi, kekuatan untuk bertindak, dan juga mencakup potensi untuk melakukan hal-hal yang luar biasa.


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI