Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Jiwa Insani


Jika jiwa insani berada di luar batas keseimbangan, seseorang mungkin saja disesatkan oleh belas kasih yang tidak pada tempatnya, yang sesungguhnya merupakan sejenis sentimentalitas. Respon yang lembut dan halus bukanlah yang dibutuhkan oleh seseorang. Suatu waktu seseorang membutuhkan tendangan di bokong mereka, (yang tentunya dilakukan dengan belas kasih untuk efek maksimal)
Suatu malam, Syaiful M. Maghsri berbicara mengenai kerendahan hati dan pengabdian. Dengan arif, ia berbicara mengenai menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita, dan menjadi peka dan berbelas kasih terhadap orang lain. Kemudian seseorang peserta Pelatihan Ilmu Bioenergi bertanya, “Apa yang Anda lakukan terhadap orang yang angkuh? Bagaimana Anda dapat melayani seseorang yang angkuh?” Syaiful berdiri dari kursinya dan agak meninggikan suaranya, “Bagi orang yang angkuh, kau harus bersikap angkuh! Menyikapi mereka dengan kerendahan hati adalah bagaikan memberi mereka racun. Hal tersebut hanya menyulut keangkuhan mereka”. Kebaikan dan kasih sayang dapat menjadi sejenis racun, seperti halnya yang di gambarkan di dalam kisah berikut;

“Alkisah seorang pemuda menjadi pencuri. Ketika masih kanak-kanak, ia membawa pulang telur-telur curian tanpa bertanya mengenai asal-asul telur tersebut, sang ibu memujinya karena telah membawakan makanan, dan kemudian membuatkan sang anak hidangan telur kegemarannya. Beberapa lama kemudian, sang anak membawa pulang ayam, lalu domba, kemudian ia membawa pulang sejumlah uang. Tiap kali, sang ibu memujinya tanpa pernah menanyakan asal-asul hadiah-hadih tersebut.

Ketika pihak berwajib menangkapnya, sang pemuda tersebut telah menjadi perampok dan pembunuh. Ia kemudian di kenai hukuman gantung. Permintaan terakhirnya adalah bertemu dengan ibunya di tempat penggantungannya. Ia meminta ibunya untuk mendekatinya dan menjulurkan lidahnya. Ketika sang ibu mematuhi permohonannya yang janggal itu, si pencuri menggigit lidah sang ibu dengan kuatnya hingga berdarah.
Pemuda terhukum tersebut menjelaskan, “Permohonan terakhirku adalah menggigit lidah orang yang membawaku pada nasib ini. Jika ibuku menanyakan darimana aku mendapatkan barang-barang yang aku bawa ke rumah, jika ia telah memarahiku dan menghukumku karena mencuri, mungkin aku tidak akan pernah menjadi seorang pencuri. Lidahnya yang terlalu memanjakanku adalah musuh terburukku.” 


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI