Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Jiwa Mineral


Jiwa mineral, ruh maddani, terletak dalam sistem kerangka. Di dalam diagram tujuh aspek jiwa, jiwa mineral berbatasan dengan jiwa Maha Rahasia, wadah percikan Illahi yang suci di dalam diri masing-masing manusia. Dunia mineral sangatlah dekat dengan Tuhan. Ia tidak pernah memberontak kepada kehendak Ilahi. Di mana pun sebuah batu ditempatkan, ia akan tetap berada di situ selamanya, kecuali kekuatan di luar dirinya menggesernya.

Sebagaian besar kita tidak menaruh perhatian pada struktur kerangka kita. Kita baru menyadarinya tulang kita patah-kemudian kita tiba-tiba menjadi begitu peka terhadapnya. Kebanyakan orang duduk dengan buruk dan bergerak sangat tidak seimbang. Sebagai contoh, Syaiful menyuruh para Peserta Pelatihan Bioenergi untuk duduk dengan nyaman, dan dalam posisi santai, hampir semua yang berada di dalam ruangan aula Bioenergi Center menyesuaikan posisi duduk mereka. Dengan kata lain, kebanyakan peserta Gemblengan tersebut duduk dengan tidak nyaman hingga Syaiful menyinggungnya. Struktur kerangka kita, khususnya tulang punggung, diciptakan untuk mendukung kita di dalam wilayah gravitasi dengan jumlah tegangan otot yang minimun. Kapan pun kita duduk atau bergerak secara tidak sadar dan seimbang, kita menghasilkan tegangan-tegangan yang tidak perlu dan membuat tidak nyaman.

Seperti halnya kerangka tubuh kita yang tersembunyi di dalam tubuh, terdapat juga struktur batiniah yang tersembunyi di dalam tubuh kita yang sebagian besarnya adalah mineral, yakni sistem kerangka. Jiwa mineral juga tersembunyi, jika seseorang bertanya mengenai gamabaran jiwa mineral Anda, Anda mungkin tidak akan mengetahui bagaimana untuk memulainya. Namun, apa yang sulit kita ketahui, yakni sering kita terima sebagaimana adanya, seringkali merupakan suatu hal yang amat berharga.
Sama halnya, jika kita bertindak tanpa menghargai struktur psikologi dan spiritual kita yang dalam, kita juga akan menyebabkan tegangan yang tidak perlu dan menghasilkan ketidaknyaman. Struktur mineral kita yang dalam mencakup kesadaran akan keberadaan kita. Ia bahan dasar yang ditempati oleh wujud materi kita, dan pada tingkat atom atau sub atom terhubung dengan seluruh bahan-bahan lainnya di alam semesta. Unsur sub atom yang membentuk tubuh kita, suatu waktu dahulu adalah bagian dari bintang-bintang. Siapa yag tahu mereka akan menjadi apa selanjutnya di masa yang akan datang?
Kerangka itu sendiri adalah struktur yang hebat, memudahkan kita untuk terlibat di dalam beragam aktifitas dan gerakan yang luar biasa. Tulang punggung, contohnya menggabungkan fleksibilitas dan stabilitas dengan cara yang luar biasa. Renungkanlah beragam gerakan manusia. Ada keheningan mendalam dari penganut dari penganut mistik yang dikemas di dalam doa atau zikir, tak bergerak selama berjam-jam. Berlawanan dengan keseimbangan-dan-fleksibilitas-pesenam yang luar biasa, kecepatan seorang pelari, keterampilan dan kecepatan, serta ketepatan gerak jari-jemari seorang pemain violin atau piano yang berbakat.
Menurut Syaiful M. Maghsri ketidakseimbangan di dalam jiwa mineral dapat berbentuk kelenturan yang eksterm atau kekakuan yang ekstrem. Kita mengatakan bahwa seseorang tidak “bertulang belakang”. Jika mereka terlalu mudah terhanyut oleh pengaruh-pengaruh di sekeliling mereka. Mereka merasa sulit untuk berpegang teguh pada sesuatu atau bertahan pada posisi tertentu, secara fisik, mental atau emosional. Syaiful memberi contoh tiadanya struktur yang solid adalah ubur-ubur. Ubur-ubur tidak bertulang belakang adalah bentuk kehidupan yang memiliki kesuksesan hidup yang tinggi, yang telah bertahan selama berabad-abad. Namun ia sepenuhnya bergantung pada air pasang, kemudian Syaiful mengemukakan, kita akan membahayakan struktur dasar fisik kita, yang memberikan kita kemampuan untuk bergerak dengan sendirinya jika kita berperilaku seperti ubur-ubur.
Contoh ekstrem lainnya adalah seseorang yang “kolot” keras atau kaku, dan tidak mau mengalah, tidak mau bereaksi lentur dan tepat terhadap perubahan-perubahan di tengah lingkungan. Sebagian orang “berleher kaku,” terlalu angkuh untuk menundukkan kepala mereka, sementara sebagian lainnya “keras kepala,” atau tidak mampu untuk menerima informasi baru.
Salah satu definisi penyakit saraf (neurosis) adalah terus-menerus melakukan hal yang sama walaupun tidak berhasil. Sebagian orang begitu kaku hingga mereka tidak mampu berubah untuk menyelamatkan diri mereka. Sebagian orang paham bahwa mereka akan meninggalkan merokok, namun tidak dapat meninggalkannya. Pada sebuah perusahaan di Jogjakarta, bagian kesehatan mengatakan kepada para pegawai bahwa tingkat kebisingan dari perusahaan tersebut sangat tinggi sehingga mereka secara perlahan-lahan kehilangan pendengaran mereka. Banyak pegawai perusahaan tersebut bertahan dengan pekerjaan mereka dan menjadi semangkin tuli, karena mereka tidak sanggup untuk berubah. Kita semua, pada tingkat tertentu, memiliki sikap yang kaku dan tidak lentur.
Kita ingin menjadi cukup fleksibel untuk membiasakan dan menerima pengetahuan yang baru, dan juga cukup gigih untuk mempertahankannya. Struktur fisik kita yang dalamlah yang membuat kita mampu untuk melakukan hal tersebut. Sayangnya, kebanyakan dari kita mengabaikan ide-ide baru yang bertentangan dengan keyakinan kita. Kita juga mempelajari banyak hal dan kemudian gagal untuk mempertahankannya. Pikirkanlah seluruh ilmu yang kita pelajari untuk lulus dari sekolah menengah maupun perguruan tinggi. Biasanya, kita hanya mengingatnya kurang lebih sepuluh persen. Tidaklah akan sangat tak ternilai jika kita memiliki akal yang dengan mudah menerima ide-ide serta informasi baru, kemudian mempertahankannya dengan tepat. Tanda akal yang hebat bahwa seseorang menantang sebuah keyakinan dengan mengemukakan informasi yang baru dan berlawanan. Misalnya, Charles Darwin adalah seorang ilmuwan yang hebat. Teorinya menantang seluruh teori ilmiah dan filosofis pada zamannya. Ia mampu meraih karena ia selalu memiliki kehendak untuk menantang ide dan teorinya sendiri.
Ketika perubahan menjadi semangkin mendalam, kita mengatakan telah “mendarah daging”. Ketika kita merasakan sesuatu dengan sangat mendalam, kita merasakannya “sampai merasuk ke tulang.” Jiwa mineral kita nampak sebagai aspek dari jiwa yang paling kecil kesadarannya, namun berlawanan dengan hal tersebut, ia merupakan tempat munculnya perubahan yang mendasar. Tidak seperti jiwa lainnya, jiwa mineral tidak begitu terganggu oleh interaksi dengan dunia yang bersifat kompleks yang terus meningkat.
Di tengah kekhusyukan berzikir atau berkontemplasi, kita meningglkan kesadaran terhadap tubuh kita dan dunia materi, dan kita memasuki kesadaran terhadap Tuhan yang lebih agung. Tanpa tulang belakang yang bersambung dan sistem kerangka yang mendukung, maka kita tidak dapat berdiri dengan tegak. Sistem kerangka tersebut penting namun secara umum tidak disadari-ia bagian dari pratek zikir dan sembahyang dari seluruh agama.
Sebuah struktur yang relatif tidak berubah memerintah perilaku dari mineral; ia menyamarkan kondisi-kondisi yang menciptakan dirinya, dan perilaku yang dihasilkan sesudah itu secara kontinyu mencerminkan kondisi diam ini. ini adalah kekuatan dan kelemahan dari jiwa mineral.
Jika perubahan benar-benar muncul, maka ia bukanlah hasil dari proses internal, melainkan dari kekuatan luar seperti tekanan dan panas. Contohnya, batu bara dapat menjadi permata yang berkilau, dan pasir yang buram dapat dilelehkan menjadi kaca yang jernih. Demikian pula, kepribadian dapat ditransformasikan dari tabir tebal yang menutupi roh menjadi struktur transparan yang menampakkan Tuhan. Saat ini kita meneliti jiwa berikutnya, kita akan menemukan kelenturan dan kemampuan untuk berubah yang semangkin besar.



1 komentar:

IRTIK's side mengatakan...

Mohon cantumkan sumbernya, terima kasih :)

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI