Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Jiwa Nabati


Sebagian manusia tampaknya berfungsi terutama pada tingkat jiwa tumbuhan. Ketika seseorang dalam keadaan benar-benar pingsan, misalnya, mereka dikatakan berada pada kondisi tumbuhan. Tidak ada gerakan, tidak ada penolakan terhadap rasa sakit ataupun pencarian terhadap kesenangan. Hanya terdapat kerja tumbuhan, yakni tumbuh dan menerima makanan.
Adakalanya kita mungkin secara sadar memilih untuk membatasi perilaku kita sebatas jiwa tumbuhan. Jika kita sakit atau letih, maka kita butuh istirahat dan memulihkan kembali kekuatan kita. Hal tersebut adalah solusi alamiah dan temporal bagi penyakit atau keletihan. Perputaran aktifitas dan istirahat adalah alamiah bagi kita, dan ia dibangun ke dalam bioritme tubuh.
Namun, sebagian orang tampak menjalani hidupnya dengan diatur oleh jiwa tumbuhan mereka. Mereka duduk dan berbaring sepanjang hari. Mereka hanya memiliki sedikit atau bahkan tiada keinginan atau motivasi untuk melakukan apa pun. Kita kerap menggunakan istilah sehari-hari “ular sawah” guna menyebut orang tersebut. Julukan lain yang lebih tepat adalah “mengeram” yang berarti duduk diam tanpa mengerjakan apa-apa.
Sisi lain yang berlawanan adalah aktifitas yang berlebihan. Sebagian orang tak dapat duduk diam. Mereka tak dapat duduk dan belajar atau bekerja untuk jangka waktu lama. Mereka harus berdiri untuk beristirahat atau mencari alasan-alasan lain untuk bergerak. Misalnya, orang hiperaktif ini sakit, penyembuhannya sangat sulit dilakukan. Karena, mereka merasa tidak mungkin bagi mereka untuk mengistirahatkan tubuh mereka.

“Seorang pemburu suatu kali bertemu dengan seekor beruang yang menderita karena tertusuk duri yang besar pada kulitnya. Sang pemburu kemudian mencabut duri tersebut, sang beruang merasa sangat berterimakasih sehingga ia membawa madu dan buah beri bagi sang pemburu. Sang beruang mengikuti pemburu menuju rumah dan terus-menerus membawa makanan untuknya setiap hari. Akhirnya, si pemburu pindah ke gua sang beruang dan berhenti menjadi pemburu. Kawan-kawan si pemburu berusaha meyakinkan bahwa adalah hal yang tidak normal untuk tinggal bersama seekor beruang, namun ia tidak menghiraukannya. Ia menganggap perhatian mereka sebagai sikap iri terhadap gaya hidup barunya.
Suatu hari, ketika pria tersebut sedang berbaring dengan sang beruang di sisinya, seekor lalat terbang di sekeliling wajah pria tersebut. Sang beruang mulai mengusir lalat itu pergi, akan tetapi lalat tersebut terus-menerus kembali. Akhirnya, beruang tersebut menjadi sangat marah pada lalat kecil yang mengganggu temannya itu. Ia pun keluar dan kembali dengan membawa sebongkah batu besar. Saat lalat itu hinggap di wajah temannya, sang beruang melemparinya dengan batu tersebut.
Demikianlah, jangan sepenuhnya mempercayai jiwa hewani Anda. Ia dapat dengan mudah membahayakan Anda, walaupun ia memiliki maksud baik.

Masing-masing sisi tersebut dapat mengganggu secara spiritual. Kecenderungan terhadap rendahnya aktifitas dapat berwujud kemalasan, salah satu musuh terbesar para pencari spiritual. Orang semacam itu merasa kesulitan untuk melaksanakan latihan spiritual dan keagamaan mereka sehari-hari. Orang hiperaktif merasakan bahwa merenung atau zikir adalah hal yang sangat sulit untuk dilakukan. Mereka tidak dapat bergerak perlahan untuk menjumpai Tuhan di dalam diri mereka.


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI