Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Kehidupan Sosial


Sejauh ini kita telah melihat dasar dari pendekatan earth level dalam kehidupan. Kita telah menyelidiki bagaimana kita dapat mengarahkan aspek-aspek kesadaran yang lebih banyak pada proses berpikir kita. Agar bekerja melalui hal-hal yang kita minati. Kini kita  dapat mulai mengeksplorasi secara lebih mendalam pendekatan soul level.
Syaiful M. Maghsri menuturkan, kita dapat memulainya dengan memandang segala sesuatunya dalam konteks yang lebih besar, gambaran keseluruhan, dan mencari alasan-alasan yang lebih mendalam pada peristiwa-peristiwa dalam kehidupan kita. Kemudian kita bisa belajar untuk menggunakan pemahaman baru tersebut untuk membuat kehidupanmu lebih menyenangkan, dan bermakna.
Kita telah melihat bagaimana bahasa menjadi salah satu cara dalam memenuhi perhatian kita yang lebih mendalam, dalam  sebuah hubungan. Kita dapat mempelajari secara lebih mendalam dan menanyakan hubungan dengan orang lain seperti apa, makna yang sebenarnya bagi kita, dan mengapa hal tersebut begitu penting bagi pertumbuhan jiwa dan spiritual kita.

Ketika kita  terlibat dalam suatu hubungan intim dengan orang lain, dengan tidur di sampingnya, bercinta dan meluangkan waktu bersama, kita menyerap sejumlah energi dari orang tersebut. Segera, energi tersebut akan meluap dan bergabung untuk membentuk sesuatu kesatuan yang tidak terpisahkan di antara kita, yang menjadi hubungan kita. Kesatuan tersebut mempengaruhi hidup kita dan ketika kita berada di bawah pengaruh, kita sering menjadi terikat dengan perilaku yang paling shock dan irasional. Pada waktu yang lain, kesatuan tersebut dapat menghasilkan tindakan-tindakan yang paling mulia. Syaiful M. Maghsri mengajak marilah kita melihat mengapa kita menciptakan kesatuan yang unik tersebut dalam hidup kita, dan mengeksplorasi bagaimana caranya, dengan memahami hal tersebut dari perspektif soul level, kita akhirnya dapat menemukan suatu hubungan yang dipenuhi oleh cinta yang mendalam, kebijaksanaan, dan dukungan pada alur kehidupan kita.

HM. Syaiful M. Maghsri mengemukakan bahwasanya kita tidak dapat hidup dengan mereka, dan tidak dapat hidup tanpa mereka merupakan refrain yang sebagian besar kita gunakan hubungan romantik dalam sebuah episode kehidupan kita. Namun, kita tidak peduli seberapa sulitnya kondisi hubungan dengan pasangan kita di masa lampau, kita masih tetap melanjutkan untuk mencari atau melibatkan seseorang yang khusus tersebut, seseorang yang bagaimanapun kita rasakan akan memenuhi kita. Bahkan padaa orang yang telah sangat melukai kita, sehingga kita tidak pernah berhubungan dengannnya, biasanya kita tetap memiliki suatu dunia internal yang dipenuhi dengan memori atau fantasi romantis, dimana kita berusaha merasa nyaman dalam kondisi yang menekan tersebut. Kita semua didorong oleh sesuatu dorongan yang bersifat mendalam untuk membentuk suatu koneksi yang intim dengan dunia sekitar kita, dan sebagaian besar dari kita memilih untuk melakukannya melalui hubungan tersebut. Sebelum kita dapat mulai memiliki suatu hubungan yang sukses, kita perlu jujur pada apa  yang sebenarnya kita harapkan dari orang lain, jika kita menggunakan “soul level”  untuk melihat hal tersebut, kita akan lihat bahwa kebutuhan kita untuk berpasangan sebenarnya merupakan suatu mekanisme perlawanan, dari kebutuhan manusiawi yang mendasar, namun untuk mengatasi rasa keterpisahan yang bersifat keduniawian.

Untuk memahami hasrat tersebut secara lebih baik, kita pertama-pertama perlu untuk menelusuri kembali perjalanan jiwa kita pada kedatangan dan kehadirannya di bumi ini. Ketika kita pertama kali datang ke dunia, tampaknya kita mendarat dengan parasut tanpa suatu peta. Kita datang di tanah yang asing dan di sekelilingnya dipenuhi oleh orang-orang yang berbicara dengan bahasa yang aneh. Segala sesuatunya adalah baru dan tampaknya satu-satunya orang yang dapat menolong kita adalah orang-orang yang telah kita kenal di sekitar kita. Kita datang tanpa opini-opini tentang kehidupan dan menjadi terbuka pada semua saran dari orang lain. Kita mulai kehilangan sifat sukacita daan kesenangan yang alamiah, dan kehilangan minat untuk mencintai atau berpasangan dengan orang lain. Namun, ketika kita mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan penjaga-penjaga di bumi, kita mulai memerhatikan bahwa mereka tampaknya lebih tidak berbahagia daripada kita. Nyatanya, hampir sebagian besar waktunya, mereka tampak berpegang pada earth level, pikiran yang didasari oleh ketakutan. Kita mulai mendengar percakapan mereka tentang orang lain atau kelompok lain, dengan suatu pandangan yang negatif. Mereka memperingatkan pada kita secara berulang-ulang tentang bahaya hidup di dunia. Perlahan-lahan, pikiran yang dipenuhi dengan ketakutan tersebut, beberapa di antaranya akan ditepiskan dari kesadaranmu dan kau akan mulai memerhatikan bahwa hal tersebut tidak membuatmu merasa nyaman. Nyatanya hal tersebut justru membuatmu ketakutan dan kesepian, dan menjadi curiga pada orang lain. Ketika kita masih kanak-kanak, kita merasa bahagia, memiliki kepercayaan dan berhubungan dengan setiap orang di sekitar kita, tapi sekarang kita merasa kurang nyaman dan mulai memimpikan hadirnya seseorang yang dapat membuat kita merasa nyaman dan membuat kita merasa aman lagi. Tidak pasti siapa yang dapat kita percayai, kita secara rahasia merindukan seseorang yang seperti dirinya, dengan harapan bahwa mereka dapat membawa kita kembali pada pembawaan yang penuh sukacita, yang bersifat alamiah.


Menurut Syaiful M. Maghsri pada titik tersebut kita mulai misi kejiwaan yang bersifat riil, di atas bumi, yaitu untuk mengatasi ilusi keterpisahan yang kita alami, dan bergabung dengan setiap orang, dalam cinta, daripada menghindari setiap orang dengan suatu ketakutan. Hanya dengan hubungan yang penuh cinta, kita akan dapatkan kedamaian yang dapat bertahan lama dan kebahagian yang nyata. Syaiful M. Maghsri memaparkan, tugas kita adalah menolong satu sama lainnya untuk menemukan jalan untuk kembali ke rumah, yaitu pada cinta kasih yang murni dan dalam keterbukaan. Di suatu tempat pada pada memori kejiwaan kita dapat mengingat bahwa rumah merupakan suatu tempat, di mana kita tidak dalam kondisi defensif, di mana kita dapat membuat hati lumer, dipenuhi kelemah-lembutan, kepercayaan, cinta, dan harapan. Kita melewati kembali kondisi tersebut. Pentingnya bagi kehidupan kita adalah sepanjang kita mampu mengukurnya, untuk mempelajari bagaimana cara menciptakan kembali rumah tersebut, di sini, di atas bumi, di mana pun kita berada, dan dengan siapa pun kita bersama.  


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI