Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Latihan menyingkap Hati


Ketika mata hati terbuka, kita dapat melihat kenyataan sesungguhnya yang tersembunyi di balik penampakan luar dunia ini, ketika telinga hati terbuka, kita mampu mendengar kebenaran yang tersembunyi di balik kata-kata yang terucap. Melalui hati yang terbuka, sistem saraf kita dapat menyesuaikan diri dengan sistem saraf orang lain, sehingga kita mengetahui apa yang mereka pikirkan dan bagaimana mereka akan bersikap.
Doa Hati. Nabi Muhammad SAW mengajarkan doa ini kepada sahabatnya:
“Ya Allah, anugerahilah aku kecintaan kepada-Mu, dan kecintaan terhadap mereka yang mencintai-Mu, dan mencintai apa pun yang mendekatkan aku kepada-Mu. Ya Allah, jadikan cinta-Mu lebih berharga bagiku daripada air dingin bagi orang-orang yang kehausan.”
Berkah hati yang terbuka. Saat Anda telah merasakan penyingkapan hati di dalam latihan ini, rasakan hati Anda dilimpahi oleh cahaya Ilahi dan pancarkan kepada setiap orang yang Anda temui. Sebagai pembimbing spiritual, Syaiful M. Maghsri mampu menampakkan pengetahuan yang tersulit kepada Peserta-peserta Pelatihan Bioenergi, tanpa mereka menutup diri atau menolak, karena ia mampu mendekap mereka di dalam cahaya.
Berdirilah dengan meregangkan kaki secara nyaman, lenturkan kedua lutut Anda. Angkat tangan Anda, dan secara perlahan tegangkan keseluruhan tubuh Anda, kemudian lenturkan. Rasakan tubuh Anda dipenuhi oleh Bioenergi dan cahaya. Lalu turunkan lengan Anda, kemudian kembali tegangkan dan lemaskan, rasakan tubuh Anda dipenuhi oleh Bioenergi.
Setelah itu, lenturkan tangan Anda dengan kedua belah telapak tangan menghadap ke depan. Bayangkan matahari Ilahiah bersinar di atas kepala Anda. Cahaya keemasan dari sumber Ilahiah ini menyinari tubuh Anda, dan meresap ke dalam tubuh Anda hingga Anda dipenuhi oleh Bioenergi.
Mula-mula, cahaya tersebut memasuki kaki Anda dan naik ke lutut Anda. Secara perlahan ia bergerak naik menuju betis dan memenuhi betis Anda, kemudian bagian belakang dan panggul Anda. Cahaya tersebut naik dari punggung dari pinggang menuju lengan dan tangan Anda, lalu leher dan kepala Anda.
Sekarang bayangkan bahwa terdapat dua pintu di hadapan hati Anda. Seketika Anda seluruhnya dipenuhi oleh cahaya, bukalah pintu ini dan biarkan sumber cahaya yang melimpah tersebut keluar dari hati dan telapak tangan Anda.
Bayangkan seorang teman atau orang kita cintai berada di hadapan Anda. Kirim cahaya tersebut kepada mereka. Biarkan ia bergerak melingkar searah jarum jam mengitari tubuh mereka, naik dari kaki menuju kepala. Ketika cahaya tersebut telah sepenuhnya meliputi mereka, bayangkan cahaya tersebut meresap ke dalam diri mereka guna melakukan penyembuhan fisik, emosi, dan spiritual. Biarkan cahaya tersebut membersihkan dan melarutkan segala penyakit, penderitaan, dan kotoran. Ketika cahaya telah sepenuhnya meresap dalam diri mereka, bayangkan seolah-olah cahaya tersebut kembali kepada sumbernya yang Ilahiah.
Biarkan pintu hati Anda tertutup kembali, dan kembalikan posisi telapak tangan Anda ke sisi badan. Diamlah beberapa saat untuk menikmati perasaan yang indah  akan karunia Bioenergi dari Tuhan.
Hati Anda adalah bunga matahari. Ini lanjutan yang baik dari latihan sebelumnya. Ketika Anda menjalani pekerjaan sehari-hari, bayangkanlah bahwa hati Anda adalah bunga matahari yang memancarkan cahaya kepada setiap orang dan kepada apa pun yang Anda temui. Rasakan solah-olah Anda memiliki miniatur matahari di dalam dada Anda. Ketika kepala dan mulut Anda disibukkan dengan percakapan, bairkan Bioenergi di dalam hati Anda menyentuh dan menghangatkan hati orang lain.
Biarkan bunga matahari Anda menyentuh bunga matahari setiap orang yang Anda temui. Siapa pun mereka, bagimanapun sifat mereka, maka hati mereka adalah bunga matahari, persis seperti yang Anda miliki, yang merindukan cahaya Ilahi.
Hati Anda adalah kuil Tuhan. Duduklah sendirian di sebuah tempat yang sunyi. Duduklah dengan tenag dan berdiam diri. Bebaskan diri Anda dari kecemasan-kecemasan. Bebasakan pikiran dari apa pun selain Tuhan. Saat Anda mengucapkan, “Allah, Allah,” pusatkan pikiran Anda di dalam hati Anda, pusatkan pikiran Anda hanya pada kata ini.
Mengkilap pelita hati. Mungkin lampu dapat mewakili hati (yang berisikan percikan ilahiah). Ketika hati Anda terjaga, maka ia menjadi pembimbing dan sahabat yang jauh lebih berguna daripada jin manapun.
Mulailah dengan memperhatikan napas Anda. Lakukanlah secara perlahan-lahan dan berirama. Saat Anda bernapas, sebutlah, “Allah” di dalam hati pada tiap tarikan dan hembusan napas. Rasakan napas Anda secara perlahan menyentuh dan menghentak-hentak lubuk hati terdalam Anda. Teruskan latihan ini sampai ia menjadi alamiah dan tanpa ada ketegangan jiwa.
Selanjutnya, lihatlah ke dalam hati Anda dan rasakan pengaruhnya berteduh di sana. Mungkin saja terdapat kecemasan duniawi terhadap kehidupan sehari-hari. Rasakan dan lepaskan seluruh perasaan ini dengan sentuhan-lembut-napas terhadap hati.

Anda mungkin akan menemukan pikiran-pikiran dan perasaan-perasaan yang menentang usaha Anda. Mereka telah menetap di hati Anda begitu lama, sehingga mereka telah berkarat di dalamnya. Ketahuilah bahwa dengan kesabaran dalam berusaha dan dengan keyakinan terhadap Tuhan, bahkan pola-pola yang telah bertahan lama sekalipun dapat dikendurkan, jika tidak dalam satu sesi, maka mungkin dalam seratus satu sesi.
Yang sangat penting bagi latihan ini adalah suspensi penilaian. Jangan mengutuk perasaan-perasaan yang muncul di hati Anda. Cukuplah Anda peka terhadapnya, juga jangan mencoba untuk mengubah perilaku Anda atau mengoreksi orang lain. Lakukanlah saja pemijatan yang lembut dan perlahan-lahan, kemudian lepaskanlah mental lama Anda dan hambatan-hambatan emosional di dalam diri Anda. 

Selagi Anda melanjutkan, ingatan dan perasaan yang lebih mendalam mungkin menampakkan diri mereka. Anda mungkin saja berhadapan dengan penolakan, rasa kasihan terhadap diri-sendiri, rasa takut, ataupun rasa marah. Apa pun yang muncul, amatilah secara langsung, dan sinarilah dengan cahaya kepekaan. Lanjutkan tindakan sentuhan napas.    


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI