Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Lingkungan yang Baik


Nabi Muhammad SAW bersabda, “Al-jar qabla addar.’Tetangga sebelum rumah.” Rasullah SAW memerintahkan kita agar memperhatikan lingkungan terlebih dahulu sebelum memilih rumah. Jika seseorang akan membeli rumah periksalah apakah lingkungan tempat ia tinggal kelak adalah lingkungan yang baik. Suasananya islami dan tidak cenderung maksiat. Jika lingkungan tersebut akan memberikan situasi yang kondusif bagi perkembangan pendidikan dan akhlak bagi keluarga kita, maka bolehlah kita beli dan tinggal di rumah itu.

Namun  sering di antara kita membeli rumah memilih daerah terlebih dahulu. Daerahnya bagus atau tidak, dekat atau jauh, elite atau kumuh, banjir, atau tidak, mahal, atau murah, dan sebagainya. Memilih tempat tinggal dengan memperhatikan faktor-faktor fisik memang bukan sesuatu yang terlarang bahkan dianjurkan agar kita nyaman menempatinya. Namun faktor lingkungan harus dipertimbangkan terlebih dahulu. Sebagaimana teman, lingkungan juga menunjukkan siapa kita. Sebuah perumahan yang sering rumah-rumahnya dijadikan tempat wanita simpanan akan mempengaruhi kita ketika menunjukkan tempat tinggal kita. Bahkan kalau sebuah perumahan terkenal dengan wanita simpanan, istri kita yang baik-baik pun akan disangka wanita nakal. Oleh karena itu, memilih lingkungan terlebih dahulu sangatlah penting, jangan sampai menyesal karena membeli rumah bukan seperti membeli pisang goreng, yang kalau rasanya tidak enak tinggal buang dan kita beli lagi.

Bagi seseorang yang mempunyai lingkungan tempat tinggal baik, merupakan rezeki yang baik pula baginya. Lingkungan yang baik adalah yang islami, saling menolong, jauh dari intrik dan gosip, peduli terhadap tetangga, saling tegur sapa, saling memberi (misalnya berkirim makanan), saling mengingatkan jika salah dan yang penting kita merasa aman tinggal di lingkungan tersebut. Seorang suami yang bekerja akan tenang meninggalkan istri dan anaknya di rumah. Karena tetangga akan ikut menjaganya.

Oleh karena itu, dalam Islam, “Pagar makan tanaman” hukumannya berat. Kalau seseorang berzina dengan istri orang maka hukumannya berat. Namun lebih berat lagi kalau yang diajak berzina istri tetangga. Allah melipat gandakan hukuman terhadap orang tersebut. Semistinya pria tersebut ikut menjaga kehormatan istri tetangga baik dari dirinya maupun orang lain. Tetangga yang baik adalah tetangga yang ikut menjaga harta maupun kehormatan tetangganya. Kalau limgkungan sudah seperti itu, maka itu adalah rezeki yang baik buatnya.

Berbeda dengan rezeki harta, rezeki keluarga, teman dan lingkungan bisa diperbaiki. Seseorang yang mendapatkan harta dengan cara tidak halal tidak bisa diperbaiki dengan menyedekahkan pada fakir miskin. Seorang yang melakukan korupsi hanya bisa memperbaiki kesalahannya dengan mengembalikan harta yang dikorup. Ia tidak bisa memanfaatkan harta tersebut untuk kebaikan. Sementara seseorang yang mempunyai keluarga, teman, atau lingkungan yang kurang baik karena salah mendapatkannya pertama kali, ia bisa memperbaiki rezeki itu agar menjadi baik. Seseorang yang sudah telanjur mempunyai istri atau suami yang tukang maksiat, bisa dan harus bisa memperbaiki kelakuan pasangannya agar menjadi baik. Demikian pula dengan teman dan lingkungan. Apabila kita pertama kali tergiur dengan tawaran developer untuk membeli rumah yang bagus dan murah, ternyata lingkungannya bobrok moralnya, maka kita wajib memperbaiki lingkungan tersebut. Kita harus menebus kesalahan untuk itu, juga agar hidup yang selanjutnya kita tempuh menjadi sakinah.       


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI