Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Lubuk hati terdalam (Lubb)




Luas dan cahaya lubuk hati terdalam, atau hatinya hati, tidak terperikan. Ia bagaikan sumbu raksasa yang tak bergeming, sementara segala sesuatu berputar mengelilinginya. Dalam bahasa Arab, lubb istilah untuk lubuk hati terdalam, bermakna “inti” dan “pemahaman batiniah”, yang merupakan dasar hakiki agama. Seluruh cahaya hati lainnya didasari oleh cahaya kesatuan dan cahaya keunikan dari lubuk hati terdalam.
Lubuk hati terdalam dialairi oleh air kemurahan Tuhan. Akarnya dipadati oleh cahaya-cahaya kepastian. Tuhan memupuk lubuk hati terdalam secara langsung, tanpa perantara. Nafs dengan hasrat kelalaiannya, bahkan tidak dapat mendekatinya, dan pohon-pohonnya telah memancarkan cahaya iman. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadi iman itu indah dalam hatimu.
Mereka yang telah berpaling dari sifat-sifat buruk mereka, dan telah membuka jalan masuk ke dalam lubuk hati terdalam mereka, akan memperoleh pemahaman batiniah. “Allah menganugerahkan kearifan kepada siapa yang Ia kehendaki. Dan barang siapa dianugerahi kearifan itu, ia benar-benar telah dianugerahi karunia  yang banyak. Dan hanya orang-orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. Kebenaran hakiki hanyalah dapat dipahami melalaui lubuk hati terdalam.

Tingkatan akal dan pemahaman. Pemahaman batiniah kerap dibayangkan sebagai hal yang serupa dengan kecerdasan atau akal. Padahal, Pertama bagaikan cahaya matahari dan yang kedua bagaikan cahaya lampu. Kedua adalah cahaya, namun cahaya dari lubuk hati terdalam bersifat konstan dan datang secara lansung dari Allah. Akal seseorang dengan lainnya bersifat beragam, ia berubah seiring dengan berjalannya waktu, baik melalui pengalaman maupun pengkajian. Akal seorang yang matang adalah sekutu pemahaman batiniah yang mendalam dari hatinya.

Tingkatan akal pertama adalah akal bawaan. Ia berkembang ketika kita masih kanak-kanak, seiring dengan berkembangnya kemampuan kita dalam berbahasa. Pada tingkat ini, kita dapat memahami perintah dan larangan yang diberikan oleh orang lain, serta dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk, saudara dan orang asing.
Tingkat kedua adalah akal yang didasari oleh kenyataan, yang berkembang semasa pubertas. Pada tingkat ini, cahaya akal menjadi kuat. Menurut Syaiful, para remaja diharapkan bertanggung jawab, berpikir logis, dan memiliki kemampuan untuk mengikuti ajaran moral dan agama. Bersamaan dengan kapasitas akal yang semangkin besar ini, muncul pula tanggung jawab yang lebih besar untuk berperilaku secara benar.
Tingkat ketiga adalah akal yang didasari oleh pengalaman. Orang bijak mendapatkan pengetahuan tentang apa yang tidak diketahui dengan cara apa yang diketahui. Inilah yang paling berguna dan tingkat tertinggi dari ketiga tingkatan akal. Pertama, pemahaman diketahui melalui bukti nyata. Ini adalah pengetahuan yang tidak langsung, yang disadari oleh pengalaman pihak lain. Ia bagaikan mempelajari mengenai Bioenergi dari orang lain, dan tidak pernah tahu apa sebenarnya Bioenergi itu. Kedua, pemahaman melalui mata, penglihatan langsung, awal pengalaman langsung. Ini hanya dapat diperoleh ketika orang datang langsung ke Bioenergi, dia melihat gedungnya, bagaimana pelayanannya, melihat, mendengar, mencium, dan merasakan bagaimana Bioenergi sebenarnya.
Akhirnya, tingkat tertinggi dari pemahaman tersebut adalah perubahan seseorang dari sekadar datang menjadi tamu Bioenergi menjadi peserta pelatihan Bioenergi yakni Quantum Eksplor II. Dari Pelatihan itu pengetahuan batiniah dari lubuk hati terdalam didapatkan hanya oleh mereka yang telah melalui transformasi batiniah yang mendalam dan menyingkap tabir yang menutupi cahaya ini.
Mereka yang mengenal Tuhan telah mengembangkan akalnya. Namun, akal danpengetahuan saja tidaklah cukup. Banyak orang yang kaya ilmu pengetahuan, namun kecerdasan mereka hanya di gunakan untuk melayani ego mereka. Kearifan sejati dan pemahaman spiritual adalah secercah cahaya yang Tuhan pancarkan di lubuk hati terdalam. Ia memancar bagaikan lampu yang membuat kita mampu melihat dengan jelas. Bagi mereka yang tidak beriman, cahaya ini terhalangi.
Dada adalah wadah pengetahuan lahiriah. Cahayanya menjadi lebih terang seiring dengan pengkajian dan penggunaannya. Pengetahuan batiniah adalah pemahaman pada tahapan yang lebih dalam dari hati. Ia mempengaruhi keseluruhan hidup orang tersebut.



0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI