Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Merasakan Jiwa-jiwa Rohani


1.             Jiwa Mineral
a.      Bayangkanlah diri Anda sebagai kerangka yang ditutupi daging. Dalam hati, hilangkanlah daging Anda yang tersembunyi dan rasakanlah kerangka batiniah Anda. Anda adalah struktur indah ini yang menggabungkan kekerasan dan kelenturan. Tumbuhkan kepekaan terhadap kerangka tersebut saat Anda duduk dan bergerak. Bagaimana mungkin lagi Anda dapat menjadi lebih lentur dalam pergerakan Anda, dan lebih kaku di dalam sikap diam Anda?
b.     Adakah di antara waktu kehidupan Anda saat Anda merasa terlalu fleksibel, ketika Anda merasa membutuhkan kestabilan dan sikap yang lebih keras? Adakah sebagian waktu ketika Anda merasa terlalu kaku, saat Anda merasa menginginkan untuk bersikap lebih responsif dan terbuka untuk perubahan?

2.             Jiwa Nabati
a.      Ingatlah suatu waktu ketika Anda merasa sangat santai, sebuah liburan saat Anda tidak memiliki satu pekerjaan pun selain bersantai dan memulihkan kembali tenaga Anda. Bayangkanlah suatu masa tertentu, ketika Anda berbaring di pantai atau duduk di kursi yang nyaman. Lihatlah apakah Anda dapat mengingat kondisi relaksasi yang mendalam tersebut, apakah Anda masih dapat merasakannya bahkan saat ini. bagaimana perasaan Anda? Dapatkah Anda merasakan kekuatan penyembuhan dari relaksasi yang mendalam? Sediakan waktu lima atau sepuluh menit untuk sekedar bersantai. Dengarkanlah musik yang lembut atau kaset relaksasi. Waktu singkat untuk relaksasi harian akan bekerja secara menakjubkan pada sistem kekebalan tubuh Anda. Buatlah catatan harian mengenainya dan perhatikanlah efek yang dihasilkannya. 
b.     Bayangkanlah suatu waktu ketika Anda merasa sangat lapar dan Anda memakan makanan yang bergizi dan lezat dalam takaran yang tepat. Ingatlah, berapa nikmat rasanya memuaskan rasa lapar Anda, dan bagaimana tubuh Anda mencernanya. Dapatkah Anda juga mengingat ketika memberi makan diri Anda secara mental, emosional, dan spiritual? Apakah pengalaman Anda pada masa-masa tersebut?

Di dalam jurnal Anda, catatlah bagaimana Anda memelihara tubuh Anda melalui makanan dan latihan, bagaimana Anda memelihara akal pikiran Anda dengan membaca dan mendengarkan ide-ide yang merangsang, bagaimana Anda memelihara emosi Anda melalui komunikasi dan ekspresi yang jujur, dan bagiaman Anda memelihara spiritualitas Anda dengan membaca tulisan-tulisan yang memberi ilham, dengan berdoa, dan dengan melakukan kontemplasi.

3.              Jiwa Hewani
a.      Kenanglah peranan amarah di dalam kehidupan Anda. Ingatlah suatu masa ketika Anda harus menolak sesuatu atau seseorang atau seseorang yang berbahaya. Bagaimana perasaan Anda menggunakan amarah Anda untuk membela diri Anda? Apakah Anda merasa bahwa Anda perlu meningkatkan kemampuan Anda untuk menggunakan amarah Anda secara positif? Kebanyakan dari kita merasa bahwa kita tidak menggunakan amarah kita dengan tepat, kita membiarkan diri dimanfaatkan olehnya atau kita membuat marah setiap orang, termasuk diri kita sendiri. Syekh Muhammad Alkaf (Kini telah almarhum) pernah berkata kepada Syaiful bahwa amarah haruslah bagaikan suara petir, ataupun tepukan tangan, saat suara tersebut berlalu, muncul keheningan. Ia kemudian melanjutkan berkata, “Aku harap aku dapat mengekspresikan amarah dengan sangat sempurna.”
b.     Bagaimana dengan rasa takut Anda? Ingatlah suatu masa ketika Anda menjauh dari sesuatu atau seseorang yang berbahaya. bagaimana rasanya meninggalkan situasi yang mengancam? Apakah Anda merasa nyaman dengan tindakan Anda? Apakah rasa takut Anda melayani dengan baik? Yakni, apakah Anda seseorang yang berhati-hati secara wajar, seseorang yang tidak menjerumuskan diri Anda ke dalam suatu bahaya? Bagaimana Anda akan terus meningkatkan kemampuan tersebut  di dalam diri Anda? Adakah masa dari kehidupan Anda ketika Anda merasa perlu untuk lebih berhati-hati dan teliti? Adakah masa ketika Anda merasa tidak perlu terlalu berhati-hati, dan lebih berani mengambil resiko?
c.      Bagaimana hasrat Anda melayani Anda? Manusia dan aktivitas macam apakah yang menarik perhatian Anda di dalam kehidupan ini? Ingatlah masa ketika Anda berada di cengkeraman hasrat Anda. Mungkin ia adalah masa percintaan atau masa ketika Anda merasa sangat jatuh cinta kepada seni, musik, dan beberapa aktivitas lainnya. Bagaimana perasaan Anda? Apa yang harus dilakukan untuk membangkitkan kembali hasrat tersebut? Apakah keuntungan berada di dalam cengkeraman hasrat? Pada bagian kehidupan Anda yang manakah Anda dapat menggunakan hasrat Anda secara lebih? Apa yang dapat Anda lakukan untuk membangkitnya? (membaca biografi yang mendatangkan ilham, atau puisi yang membangkitkan semangat, atau menghabiskan waktu bersama orang lain yang bersemangat dengan beberapa aspek dari kehidupan mereka mungkin dapat membantu.)

4.             Jiwa Pribadi
a.      Kenanglah aspek positif dan negatif ego Anda. Ingatlah suatu masa ketika rasa harga diri dan percaya diri Anda membantu Anda untuk meraih kesuksesan, terlepas dari kesulitan-kesulitan dan tantangan-tantangan serius yang menghadang. Ingatlah masa ketika rasa kurang percaya diri membuat Anda mundur. Adakah masa-masa ketika Anda menyerah dengan mudahnya, atau bahkan gagal untuk memulai tugas-tugas menatang karena kepercayaan diri yang kurang? Apakah Anda masih merasakannya saat ini?
b.     Apakah rasa percaya diri yang berlebihan ataupun kebanggaan yang tidak pada tempatnya menjadi hambatan bagi diri Anda? Ingatlah suatu masa ketika rasa percaya diri berlebihan membawa Anda pada ketidaksiapan atau kegagalan dalam menghargai kesulitan yang Anda hadapi. Dapatkah Anda mengingat suatu masa ketika seseorang mengkritik Anda dengan alasan yang sangat tepat, dan ego negatif Anda menanggapinya dengan amarah dan penangkalan? Kebanyakan dari kita tidak menerima kritikan dengan baik, walaupun kritikan tersebut berasalan, karena ego negatif kita tidak sanggup menerima kenyataan bahwa kita tidaklah sempurna.

5.             Jiwa Insani
a.      Kenanglah peranan belas kasih di dalam kehidupan Anda. Inagtlah masa ketika Anda berbaik hati kepada seseorang tanpa mengharapakan balasan. Kita kerap merasakan hal ini terhadap anak-anak, yang jelas membutuhkan bantuan dan asuhan kita. Apa yang membangkitkan rasa belas kasih tersebut? Bagaimana rasanya membantu orang lain dengan hati tulus?
b.     Dapatkah Anda mengingat masa ketika Anda menolak seseorang yang membutuhkan bantuan Anda? Mengapa rasa belas kasih Anda menjadi tertutup? Apa yang Anda rasakan setelah ini?
c.      Adakah suatu masa ketika belas kasih Anda tercurahkan pada tempat yang salah? yakni, ketika Anda menolong seseorang yang tidak patut ditolong atau yang tidak menghargai pertolongan tersebut, atau Anda menunjukkan simpati sementara orang tersebut lebih membutuhkan tanggapan kritis dari Anda? Apa yang Anda rasakan ketika Anda menunjukkan belas kasih sementara bentuk tanggapan yang lain adalah lebih tepat dan lebih efektif?

6.             Jiwa Rahasia
a.      kenanglah sebuah puncak pengalaman spiritual, masa ketika Anda merasakan kehadiran Tuhan di dalam diri Anda dan disekeliling Anda. Ia mungkin saja masa ketika Anda sangat terilahami oleh keindahan alam, atau masa ketika Anda merasa gembira oleh seni atau musik luar biasa. Apa yang Anda rasakan? Apa yang membangkitkannya? Berapa lama ia bertahan? Hal apakah yang dapat membangkitkan pengalaman yang serupa?
b.     Dapatkah Anda mengingat suatu masa ketika pemikiran Anda mengenai hal-hal spiritual membuat Anda merendahkan nilai kehidupan duniawi? Apakah Anda merasakan keterpisahan. Dikotomi dasar antara yang spiritual dan yang profan? (Di dalam sebagian tradisi spiritual, dikotomi ini dianggap bid’ah karena ia mengarahkan pada sikap tidak menghargai pengalaman keseharian).

7.             Jiwa Maha Rahasia
Tuhan dalam diri. Untuk mengembangkan kedamaian batihiah yang mendalam, mulailah menenangkan pikiran Anda selama lima sampai sepuluh menit. Lakukan hal ini dengan keyakinan penuh bahwa Tuhan sepenuhnya hadir di dalam diri Anda, walaupun Anda tidak menyadari kehadiran tersebut. Latihlah dengan perasaan yakin dan niat bulat untuk merasakan kehadiran Tuhan.
Menurut Syaiful M. Maghsri, hal ini dikenal sebagai duduk dengan “pikiran jernih” sangatlah penting untuk duduk dengan keyakinan bahwa sifat terdalam Anda adalah suci, bahwa Anda“Seorang pemburu suatu kali bertemu dengan seekor beruang yang menderita karena tertusuk duri yang besar pada kulitnya. Sang pemburu kemudian mencabut duri tersebut, sang beruang merasa sangat berterimakasih sehingga ia membawa madu dan buah beri bagi sang pemburu. Sang beruang mengikuti pemburu menuju rumah dan terus-menerus membawa makanan untuknya setiap hari. Akhirnya, si pemburu pindah ke gua sang beruang dan berhenti menjadi pemburu. Kawan-kawan si pemburu berusaha meyakinkan bahwa adalah hal yang tidak normal untuk tinggal bersama seekor beruang, namun ia tidak menghiraukannya. Ia menganggap perhatian mereka sebagai sikap iri terhadap gaya hidup barunya.
Suatu hari, ketika pria tersebut sedang berbaring dengan sang beruang di sisinya, seekor lalat terbang di sekeliling wajah pria tersebut. Sang beruang mulai mengusir lalat itu pergi, akan tetapi lalat tersebut terus-menerus kembali. Akhirnya, beruang tersebut menjadi sangat marah pada lalat kecil yang mengganggu temannya itu. Ia pun keluar dan kembali dengan membawa sebongkah batu besar. Saat lalat itu hinggap di wajah temannya, sang beruang melemparinya dengan batu tersebut.
Demikianlah, jangan sepenuhnya mempercayai jiwa hewani Anda. Ia dapat dengan mudah membahayakan Anda, walaupun ia memiliki maksud baik.
 tidak perlu menambahkan apa pun di dalam diri Anda untuk tumbuh secara spiritual. Anda telah memiliki segalanya di dalam diri Anda, Yang perlu Anda lakukan adalah menyingkapnya.




0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI