Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Otak Universal (Makrifat/Jiwa)

Syaiful M. Maghsri memaparkan bahwasanya makrifat adalah mengenal Allah secara hakikat. Sebagaimana firman Allah, “Dan katakanlah Alhamdulillah. Dia akan memperlihatkan kepadamu ayat-ayat keesaan-Nya maka kamu akan memakrifati-Nya. Dan tidaklah Tuhanmu melalaikan apa yang kamu kerjakan.” (An-Naml : 93)
Sebagaimana juga dalam Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Turmidzi, “Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi. Aku senang jika Aku dikenal maka Kuciptakan makhluk lalu Aku memperkenalkan diriKu kepada mereka sehingga mereka memakrifati aku.”


Sebelum memasuki dunia tasawuf , Syaiful menjelaskan bahwasanya posisi kita dengan Allah sangatlah jauh, karena Allah sudah dikerumuni oleh malaikat (Malaikatil Muqarrabin), sudah dilingkari para Nabi dan Utusan-Nya (Al-anbiya’ wal Mursalin), telah dikelilingi oleh kekasih-kekasih Allah terdahulu (Assabiqunal Awwalun) dari kalangan syuhada’, dan para auliya’, dan sudah dipagari para ulama’ al’amilun serta para aimmatil mujtahidin yang seluruhnya merupakan barisan kaum mukmininal muttaqin sehingga kita terpaksa harus duduk di pojok luar, nongkrong sendirian tidak melihat baayang-bayang Tuhan, apalagi mengenal wajah-Nya yang Maha Besar itu.
Melalui tahapan-tahapan tasawuf, lewat jalur-jalur thariqat, dari terminal hakikat, sampai pula kita ke maqam makrifat. Dalam posisi sedemikian rupa itulah, pengalaman ruhani kita sudah membekas lebih jauh menukik ke dalam dzauq (daya rasa) dan memberi pemahaman lebih metafisis tentang rahasia-rahasia ketuhanan (sirr) sehingga hati kita menjadi kosong dari yang selain Allah (takhalli), tetapi penuh berisikan rahasia-rahasia ketuhanan (tahalli). Karenanya, Allah bisa kita kenal secara jelas dan hakiki (tajalli) dengan bantuan Nur Kehendak-Nya yang dipancarkan ke dalam mata hati kita.
Sebagaimana Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Ahmad, “Sesungguhnya langit dan bumi tidaak berdaya untuk menjangkau Aku, tetapi Aku dapat dijangkau oleh hati orang mukmin.”
Hati yang sedemikian adalah hati yang jernih, bening, dan bersih dari kotoran dan penyakit yang dibawa oleh syetan sehingga ia diberi kemampuan untuk melepaskan diri dari ikatan ruang dan waktu, masuk ke dalam ruang yang tanpa waktu, yaitu alam malakut.
“Seandainya tidak karena syetan yang mengerumuni hati anak-anak Adam, niscaya mereka dapat menemukan masuk ke alam malakut di langit.” (Hadist riwayat Ahmad)
Dalam posisi seperti itu, hatinya telah dapat menempatkan kadar Tuhan dan memakrifati-Nya. Dalam hadist Nabi Muhammad yang diriwayatkan oleh Dailami, “Tanda-tanda bahwa hati hamba-Ku telah makrifat kepada-Ku, yaitu apabila ia telah mampu menempatkan kadar-Ku dengan baik di dalam hatinya.
Itulah hati orang-orang muttaqin, para kekasih (Auliya’)Nya, yakni hati yang tidak pernah merasa khawatir atau bersedih, karena di dalamnya hanya berisi tauhhid. Sebagaimana firman Allah dalam Surat Yunus :62-63, “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Yaitu orang-orang mukmin yang bertaqwa.”

Syaiful M. Maghsri yang sudah mencapai posisi (maqam) makrifat ini, menjadi diam seribu bahasa, tidak bisa berbicara, dan tidak dapat bercerita, bungkam penuh tanda tanya, dan tidak tahu bagaimana. Bahasa bumi tidak lagi kuasa menyusun kata-kata untuk mengungkapkan sesuatu yang hakikatnya ia sendiri tidak mengerti apa-apa, kecuali hanya disadari, bahwaa segala apa yang terjadi dan yang ia alami merupakan sesuatu kebetulan yang indah semata.
Pada saat itulah Syaiful mulai meninggalkan segala atribut manusiawiahnya, dan mulai memakai atribut malakiah yang bercorak simbol-simbol transendental yang ditaburi lambang rahasia ketuhanan. Maka yang tinggal di dalam dirinya hanyalah rindu (Syauq) kepada Allah. Semangkin dekat dan semangkin intim hubungan ruhaninya dengan-Nya, semangkin dalam ia meresapi sifat-sifat dan inti hakikat-Nya yang bagaikan ngarai tidak terjajaki. Tetapi keinginan hatinya untuk terjun lebih dalam lagi agar mendapatkan apa yang ada dibalik ngarai itu berupa rahasia-rahasia ketuhanan yang lebih indah lagi yang tak ada akhirnya. Itulah rasa rindu sejati yang tanpa batas, sebab yang dirindukan adalah Dzat Yang tanpa akhir.

Dalam keadaan rindu berat seperti itu, kadang ia mabuk (jadzab), atau pingsan (fana), yakni peleburan yang diikuti oleh kebertahanannya dalam Allah yang menyebabkan gila (junun, insane) atau ekstase (tharb), ketika jiwa dan ruhaninya menjadi tenang dan damai bersama Tuhan sampai akhirnya tenggelam (ghariq) dalam lautan keagungan-Nya, dan tidak melihat dirinya lagi.

Di dalam hatiku masih tertumpuk aneka ragam keinginan
Tetapi kemudian, ketika tatapan mata tertuju ke arahMu
Seluruh keinginan melebur dalam wajahMu
Bagaimana Engkau akan melihatku
Bila aku sendiri selalu kehilangan jejakMu
Lukisan wajahMu di dalam hatiku sepenuhnya
Agar selain Engkau tak ada yang mewarnai mata hatiku
Lalu tampaklah Engkau dalam gaibku

Menurut Syaiful M. Maghsri, Orang yang dimabuk rindu pasti ingin berjumpa (liqa’) dengan kekasihnya itu. Bagi seorang sufi, pertemuan dengan kekasihnya adalah laksana kematian sebelum waktunya, karena kematian baginya berarti leburnya sifat-sifat kedirian (aku) dan tersingkapnya penutup yang memisahkan kekasih dengan kekasih (kasyful hijab). Di sinilah pertemuan spiritual (ruhani) saat ia masih hidup di dunia, sebelum pertemuan hakiki di akhirat nanti.
Cinta kepada Allah menurut syariat justru merupakan utamanya iman. Sebagaimana firman Allah dalam Surat al-Baqarah: 165, “adapun orang-orang yang beriman itu amat sangat cintanya kepada Allah.”
Cinta kepada ulama dan orang-orang yang taqwa adalah terpuji, karena kekasihnya. Kekasih adalah kekasih, maka siapa mencintai Kekasih adalah kekasih. Cinta kepada Allah (Hubb Ilahi) merupakan puncak segala cinta, cinta yang paling bening dan paling spiritual sehingga bisa menjadi kekuatan ruhaniah yang mampu menggerakkan hidup dan mengarahkan kehidupan serta menundukkan segala bentuk cinta kepada selain-Nya yang sebelum ini masih bisa saling melengkapi.
Orang yang sudah mencapai hakikat mengharuskan dirinya supaya tidak mencintai siapa pun dan apa pun selain Allah. Tetapi mencintai selain Allah karena adanya keterkaitan kepada Allah dibenarkan juga dalam syariat. Cinta kepada Rasul Allah adalah buah cinta kepada Allah, karena dari beliaulah kita tahu bagaimana seharusnya mencintai Allah.
Sebagaimana firman Allah, “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku (Rasullah) niscaya Allah mengasihi kamu dan mengampuni dosan-dosamu (Ali Imran : 31)
Tetapi bagi Syaiful M. Maghsri, hakikatnya tidak cinta dan yang berhak dicintai kecuali hanya Allah. Maka mencintai kekasih-kekasih Allah, semuanya terpulang kepada cinta utama, lalu tidak melampauinya kepada yang lain. Sebagaimana firman Allah dalam Surat At-Taubah: 24, “Katakanlah, jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudara-mu, isteri-isteri dan kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai itu lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan keputusan-Nya.”
Oleh sebab itu, Rasullah sendiri senantiasa berdoa supaya hatinya senantiasa hanya mencintai Allah. Dalam Hadist Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Turmidzi, “Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu lebih aku cintai dibandingkan kecintaanku diriku sendiri dan kepada keluargaku dan dari air yang sejuk.”
Syaiful M. Maghsri menuturkan bahwasanya siapa yang mengenal (makrifat) Tuhannya, tentu ia akan mencintainya. Tidak mungkin cinta kepada Allah tanpa makrifat sebelum mencapai hakikat, dan tidak akan mencapai hakikat tanpa lewat thariqat. Sedangkan thariqat tidak ada di luar syariat. Maka cinta kepada Allah (Hubb Ilahi) adalah cintanya kaum sufi.





0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI