Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Pekerjaan yang Baik


Yang terakhir, salah satu rezeki yang baik adalah pekerjaan yang baik. Rezeki ini jarang dipikirkan dan direnungkan oleh banyak orang. Mereka terbawa oleh rutunitas keseharian. Berangkat pagi dan pulang petang, tanpa memikirkan apakah sebetulnya pekerjaan yang ia lakukan di kantor, pasar maupun tempat – tempat lain itu baik atau tidak.
Padahal pekerjaan yang baik adalah rezeki yang baik yang diberikan Allah pada kita. Bagaimana pekerjaan yang baik menurut Islam? Pekerjaan yang menjadi rezeki yang baik adalah pekerjaan yang tidak menjauhkan dirinya dari ibadah kepada Allah. Bisa waktunya ia mengerjakan pekerjaan tersebut padat. Namun tidak menjadi masalah jika ia meninggalkannya untuk shalat atau rapat – rapat kerohanian. Seseorang yang sibuk (atau menyibukkan diri?) dengan pekerjaannya sehingga ia tidak bisa melakukan ibadah (bukan karena ia malas ibadah) maka pekerjaan tersebut musibah baginya. Ia harus segera keluar kalau tidak bisa memperbaiki pola kerjanya. Memang bekerja sebagai suatu kewajiban yang diperintahkan agama, terutama bagi laki–laki. Tapi kewajiban ibadah lebih diprioritaskan sebagaimana sabda Nabi saw, ‘Mencari pekerjaan yang halal adalah wajib, setelah kewajiban – kewajiban ibadah.’
Di samping pekerjaan yang kita lakukan tidak menghalangi kita untuk melakukan ibadah, pekerjaan yang baik adalah yang sesuai atau cocok dengan kita. Pekerjaan tersebut sesuai dengan impian kita, sesuai dengan bakat kita, sesuai dengan profesi kita, sesuai dengan hati nurani kita. Pekerjaan yang membuat kita tidak ikhlas juga termasuk musibah bagi kita. Sebab kita tidak akan dapat mensyukuri rezeki yang satu itu jika tidak ikhlas. Oleh karena itu, carilah pekerjaan yang sesuai dan cocok dengan diri kita.
Selain cocok, pekerjaan yang baik harus dapat meningkatkan integritas kita. Jangan sampai karena kita suka atau cocok dengan pekerjaan tersebut, kita menjadi tidak berkembang dan tidak bertambah kemampuannya. Integritas yang terdiri dari kompetensi terhadap pekerjaan dan kultur budaya kerja yang baik menjadi syarat pekerjaan yang baik. Ia dibutuhkan untuk mengembangkan karier dan potensinya agar lebih maju. Kemajuan itulah yang membuat ia merasa berhasil. John Ruskin berkata, “Agar orang dapat berbahagia dalam melakukan suatu pekerjaan diperlukan tiga hal, mereka harus menyenangi pekerjaan tersebut, mereka tidak perlu terlalu bekerja keras, dan mereka harus memiliki suatu rasa keberhasilan dalam melaksanakan pekerjaan tersebut.”
Seperti kata HM. Syaiful M. Maghsri, pekerjaan yang baik adalah yang tidak terlalu berat. Meskipun orang dapat beribadah dalam bekerja, juga pekerjaannya sesuai dengan keinginan, namun kalau terlalu berat itu tanda – tanda kurang baik. Rasullah pun pernah menyatakan bahwa seseorang yang bekerja mengharapkan dunia, Allah akan membuat pekerjaan tersebut menjadi susah dan berat. Artinya dengan pengertian terbalik, orang yang pekerjaannya susah dan berat termasuk orang yang bekerjanya mencari dunia. Padahal bekerja semata – mata hanya mencari dunia dilarang oleh Allah. Bekerja adalah ibadah. Allah menyukai ibadah yang ringan tapi istiqamah, seperti sabda Nabi “Sebaik–baik ibadah adalah yang ringan namun rutin.”

Itulah rezeki yang baik. Allah memberikannya tidak melulu berupa harta, namun bisa juga keluarga, teman, tetangga, dan pekerjaan. Semua  rezeki yang baik tersebut patut direnungkan keberadaannya. Jangan sampai kita lupa mensykuri atau hanya mensyukuri nikmat harta saja. Keempat rezeki yang lainnya, dalam banyak hal, justru lebih besar nilainya dibanding rezeki harta. Oleh karena itu, sekali lagi jangan lupa mensyukurinya. 



0 komentar:

Poskan Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI