Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Pola Pemanfaatan Bioenergi


Bioenergi merupakan rahmat dan berkah Allah SWT yang disediakan untuk manusia, baik disalurkan untuk dirinya sendiri maupun lingkungan dan ciptaan lain. Untuk mengakses Bioenergi yang merupakan berkah luar biasa, ada empat kunci pokok untuk mengakses Bioenergi,  maka diperlukan etika dan tata cara. Dalam kerangka Bioenergi, etika dan tata cara pemanfaatan dilakukan sebagai berikut: 

1. Yakin.
Pada kunci pokok pertama peserta Pelatihan Bioenergi ditekankan pada proses yang disebut dengan yakin. Yakin maksudnya bahwasanya segala sesuatu apabila tidak dilandasi dengan keyakinan dipastikan tidak akan berhasil. Keyakinan yang harus dilakukan adalah yakin dengan Tuhan Yang Maha Esa bahwasanya segala sesuatu yang terjadi pada manusia adalah hak dan kuasa Tuhan, jadi permasalahan apa pun harus di pasrahkan kepada Allah SWT. Kemudian yakin pada diri sendiri serta memotivasi diri menjadi semangat dan berpikir positif thinking tanpa ada harus mengeluh serta patah semangat. kemudian melakukan paswood Bioenergi untuk mengakses apa yang diinginkan/permintaan dengan menggunakan passwod yaitu, “Dengan kuasa dan kehendak-Mu Ya Allah Bioenergi masuk dan meresap ke....? sebutkan tujuannya masuk dan meresapnya kemana; apakah ke tubuh atau kepada benda lainnya, agar ........ sebutkan keinginan Anda, kemudian dilanjutkan dengan berzikir kepada Allah di dalam hati saja tidak perlu konsentrasi tapi fokus, dan berpasrah diri (tawakkal) kepada Allah. Misalnya “Dengan kuasa dan kehendak-Mu ya Allah Bioenergi masuk dan meresap kedalam tubuh si Budi untuk menyembuhkan seluruh penyakit yang ada pada tubuhnya khususnya penyakit kencing manisnya, dengan ijin-Mu ya Allah terjadilah.” Dilanjutkan dengan zikir secukupnya dengan mantap dan yakin pada apa yang Anda lakukan dengan perhitungan/management tersendiri. 

Ketika proses Adjustment sedang berjalan, maka zkir-zikir kepada Allah SWT secukupnya di dalam hati tanpa mengganggu sikap meditasi dan rileksasi yang sedang dialaminya. Bahkan zikir-zikir justru akan menambahkan kualitas energi semangkin kuat, deras dan semangkin bercahaya. Proses Adustment dengan zikir-zikir sangat efektif untuk penyembuhan dan peningkatan spiritualitas, di samping menjadikan organ-organ psikis lebih peka terhadap fenomena halus.
Energi positif yang masuk akan mendesak energi-energi negatif keluar lewat jalur energi telapak tangan, jalur telapak kaki, jari-jari keduanya. Pori-pori tubuh, hembusan napas, saluran pembuangan juga menjadi jalur keluarnya energi negtif. Secara fisik, masuk dan keluarnya energi dapat dirasakan dalam bentuk tiupan angin denyutan, rasa panas, dingin. Dibarengi zikir-zikir, maka energi negatif baik secara fisik maupun psikis, yang bersarang di dalam tubuh akan keluar dengan skala lebih besar.
  
2.Niat.
Akses Bioenergi diawali dengan niat melalui doa dan zikir (sperti contoh diatas). Dengan niat yang dibarengi sikap santai, rileks, fokus dan pasrah pada Allah SWT., maka Bioenergi akan mengalir ke tubuh praktisi Bioenergi melalui generator tubuh sebagai jalur spiritual yang dimiliki manusia. Aliran Bioenergi dapat dirasakan sebagai getaran-getaran halus di puncak kepala (generator kepala) yang kemudian didistribusikan ke seluruh jalur-jalur energi di bawahnya melalui pintu-pintu energi. Bioenergi juga didistribusikan ke kelenjar-kelenjar dan organ-organ tubuh di sekitar jalur energi. Denyutan-denyutan lembut di berbagai lokasi tubuh pun akan dirasakan dan dinikmati kelembutannya. Hal ini merupakan salah satu sensasi adanya aliran energi Ilahi.
Niat hanya dibutuhkan sekali dan di awal proses pemanfaatan Bioenergi dilanjutkan dengan sikap rileks untuk menikmati getaran-getaran halus di berbagai lokasi tubuh. Sensasi yang kuat biasanya terjadi pada lokasi tubuh yang berpenyakit atau tidak bekerja secara maksimal. begitu juga sensasi psikis juga akan muncul bagi praktisi Bioenergi  yang memiliki beban psikis yang kuat. Bagi yang memiliki trauma masa lalu, aliran energi dapat membuat praktisi Bioenergi menangis lega sebagai sensasi psikis dari proses keluarnya energi negatif dari tubuh emosi. pemanfaatan Bioenergi tidak memerlukan kosentrasi atau gerakan tubuh seperti olah raga silat, atau penyaluran dengan tenaga dalam. Cukup hanya dengan niat dalam posisi duduk santai, baik di atas kursi maupun bersila, tiduran, maka secepat niat secara otomatis Bioenergi akan mengalir. Yang terpeting adalah yakin dan niat. Pemanfaatan  Bioenergi dapat dilakukan ketika sedang melakukan aktivitas. Yang terpenting adalah yakin, niat pada kuasa Allah SWT.       
Setelah melakukan proses yakin dan niat, maka energi Ilahi akan masuk ke tubuh akan mencari sendiri tempat-tempat bersarangnya energi negatif, baik lapisan tubuh fisik, psikis, mental maupun tubuh spiritual. Bioenergi dengan kecerdasannya akan secara otomatis mampu mengusir atau menetralisir energi-energi negatif dan energi penyakit, baik yang terdeteksi maupun yang belum diketahui. Ini juga merupakan keunikan Bioenergi yang tidak membutuhkan visualisasi, konsentrasi atau scanning apa pun, karena Bioenergi diciptakan Allah SWT memiliki kecerdasan yang luar biasa.

3. Berusaha.
Usaha harus dipahami sebagai satu bentuk kesadaran bahwa kita sedang berada dalam kondisi yang tidak baik atau tidak sehat dan menuju pada kesehatan. Tanpa usaha tentu saja manusia tidak akan pernah bergerak dari kondisi tertentu ke kondisi yang diinginkan. Ketika kita mengalami sakit maka arah keinginan adalah sehat. Jika arah keinginan kita menghendaki untuk lepas dari sakit maka kita harus melakukan usahaa-usaha penyehatan. Tanpa kesadaran ini selamanya akan sakit dan tidak pernah bisa lepas dari pengalaman sakit  itu sendiri.
Banyak usaha yang dilakukan untuk lepas dari sakit ini, salah satu hal negatif yang sering dilakukan adalah mencari dan mengkonsumsi obat penahan  rasa sakit. Fungsi kerja dari obat ini secara mendalam tidaklah mengubah sakit menjadi sehat, akan tetapi membuat tubuh kita kebal terhadap rasa sakit. Usaha ini tidaklah benar-benar membuat kita sehat karena sakit yang sesungguhnya masih ada dalam diri kita hanya saja tubuh kita tidak merasakannya karena terpengaruh dari penahan sakit. Apakah jika kita mampu menahan rasa saakit itu penderitaan akan hilang? Tentu saja tidak, karena rasa sakit yang sesungguhnya masih bersemayam dalam diri kita.
Sakit merupakan satu bentuk penderitaan, ketika manusia tidak berusaha untuk sehat maka penderitaan juga tidak akan lenyap. Jika usaha yang kita lakukan hanya menahan rasa sakit maka kita juga hanya menahan penderitaan dan keduanya tetap ada secara permanen dalam selama kita tidak berusaha untuk sehat.
Dengan kesadaran ini hal yang perlu kita lakukan ketika sakit adalah menuju pada kondisi sehat. Jika tidak segera sehat maka sakit tidak juga hilang dan penderitaan akan senantiasa mengikuti kita. Dengan pemahaman bahwa kita harus harus menuju pada kondisi sehat maka usaha yang kita lakukan pun akan mengikuti arahan ini dan kita tidak butuh obat penahan rasa sakit. Kita butuh sembuh, kita butuh sehat. Kesadaran ini akan mengarahkan kita pada usaha-usaha penyembuhan penyakit. Usaha untuk sembuh dari sakit itu dapat kita temukan dalam diri kita melalui Bioenergi.  

4. Pasrah (Tawakal).
Tawakal kepada Allah tidak berarti mengabaikan ikhtiar (usaha) dan tidak bermakna pasrah secara total dalam menghadapi berbagai peristiwa dan krisis. Sesungguhnya, tawakal kepada Allah bermakna percaya dan bergantung kepada-Nya semata-mata, sebab Dia (Allah) merupakan sumber seluruh kebaikan dan sebab-sebab, berkuasa penuh atas seluruh makhluk-Nya, dan Maha Kuasa untuk memberikan kesuksesan kepada siapa yang dia kehendaki.
Menurut HM. Syaiful M. Maghsri memiliki sikap tawakal demikian kepada Allah tidak boleh dipertentangkan dengan ketergantungan kita pada sarana alamiah dan sebab-sebab lahiriah untuk meraih tujuan-tujuan kita, seperti menyiapkan alat perang untuk bertempur menghadapi musuh-musuh kita, kita mengobati penyakit-penyakit kita, dan melindungi diri kita dari berbagai bahaya. Semua ini diperlukan untuk melindungi manusia dan dalam meraih tujuan-tujuannya. Allah telah memutuskan untuk menjadikan hal-hal ini berlangsung sesuai dengan sebab-sebab alamiahnya. Sekalipun demikian, perlu sekali untuk menggantungkan harapan dan bertawakal kepada Allah demi meraih tujuan-tujuan kita
Ketika Rasullah SAW, memperhatikan seorang badui yang tidak menambatkan untanya semata-mata karena tawakal kepada Allah, Beliau (Rasullah SAW) berkata kepadanya, “Tambatkanlah untamu, setelah itu bertawakallah!”



0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI