Selamat Datang di Web PELATIHANSPIRITUAL.COM

Dapatkan Artikel Spiritual, Ilmu & Makrifat, Solusi Masalah, Kunci Pembuka Rezeki dan Masalah Rumah Tangga. Salam Sehat & Sukses Selalu
Loading Konsultasi Spiritual

Rezeki yang Baik


Rezeki, sebagaimana juga jodoh dan kematian merupakan takdir Allah. Namun demikian, masih saja manusia mempersoalkannya, walaupun Allah pula yang menyatakan bahwa kita masih punya “andil” dalam menentukan takdirnya. Misalnya dengan berusaha dan berdoa. Dengan semakin keras kita berusaha, rezeki akan mudah didapat. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan tindakan-tindakan untuk memperlancar datangnya rezeki diantaranya dengan bersilaturahmi.

Syaiful M. Maghsri memaparkan bahwasanya persoalan yang selalu menghinggapi  sebagian manusia soal rezeki adalah saat menerimanya. Menurut ia juga salah satu sifat manusia adalah kurang puas, terutama soal materi. Bahkan, apabila mendapat emas segunung, masih akan mengincar dan mengusahakan supaya bisa menjadi dua gunung, demikian sabda Nabi Muhammad SAW, “Tidak banyak orang yang bersyukur atas apa yang dikaruniakan Allah kepadanya”. Allah menyatakan, “Sedikit dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” Ketiadaan rasa syukur ini menghambat manusia melihat rezeki yang telah diterimanya.  

Padahal nikmat Allah yang diberikan kepada manusia sangat banyak. Mulai dari baangun tidur hingga kembali mata terlelap di larut malam, niscaya kita kerepotan menghitungnya. Misalnya, tatkala bangun pagi kita mendapatkan diri kita tidur dalam kasur yang empuk. Barangkali lima atau sepuluh tahun lalu kita masih tidur pada tikar di atas balai-balai sehingga ketika bangun badan pegal-pegal semua. Saat mengambil air wudhu kita merasakan kesegaran air di kamar mandi kita yang mengalir di antara sela-sela jari maupun wajah kita.

Salah satu kiat gampang mensyukuri rezekidari Allah adalah dengan menbandingkan orang lain atau kita sendiri pada kondisi yang lebih buruk. Dengan selalu dihadapkan pada kondisi seperti itu tentu manusia akan sering bersyukur.

Melihat apa saja yang ada sebagai rezeki memang tidak gampang. Menurut HM. Syaiful M. Maghsri, manusia sering mengukur keberadaan rezeki dengan harta yang di punyainya. Padahal rezeki yang diberikan Allah tidak melulu bersifat materi. Ia juga memaparkan bahwasanya masyarakat umum memang sering mengartikan rezeki dengan harta atau bahkan uang. Sebenarnya rezeki bisa saja tidak berupa harta, dia bisa saja berupa sesuatu yang sifatnya non materi, dan ia bisa merupakan suatu keadaan yang menjadikan kita mau bersyukur kepada-Nya. HM. Syaiful M. Maghsri memaparkan bahwasanya dalam Islam rezeki yang dianggap baik sebagi berikut :

Harta Yang Baik

Menurut HM. Syaiful M. Maghsri Rezeki dalam pandangan manusia kebanyakan adalah karunia berupa harta. Allah memberikan rezki kepada manusia dalam segala kondisi, artinya mannusia bisa mendapatkannya dengan cara yang halal, bisa pula dengan caara yang haram. Harta haram juga merupakan rezeki dari Allah, tapi Allah memberikan dengan tidak “rela”. Dalam menangkap rezeki yang yang dicurahkan oleh-Nya, manusia dianjurkan dengan cara yang halal. Misalnya dengan bekerja keras sesuai tuntutan yang telah diberikan agama.

Kriteria awal  harta yang baik adalah harta yang didapat dengan cara yang baik. Bagaimana cara mendapatkan harta yang baik. Kriteria berikutnya mengenai harta yang baik sebagai rezeki dari Allah adalah penggunaannya pun secara baik pula, seperti apakah harta yang baik dilihat dari penggunaannya.
  
a. Harta yang Mendekatkan Pemiliknya Kepada Allah
Menurut HM. Syaiful M. Maghsri harta yang baik adalah harta yang didapat dari cara yang halal dan harta tersebut makin mendekatkan pemiliknya dengan Allah. Ia menuturkan harta yang justru menjauhkan pemiliknya dengan Allah adalah musibah. Syaiful memaparkan tipe manusia seperti ini jelas tidak akan bersyukur atas apa......Baca Selengkapnya DISINI

b. Harta yang Bermanfaat Bagi Orang Lain
Berikutnya adalah rezeki yang membawa manfaat bagi umat manusia. Contoh klasik adalah harta yang dibelanjakan untuk keperluan amal jariah seperti pembangunan masjid, gedung untuk sekolah, rumah sakit, panti asuhan, penampungan orang jompo, dan sebagainya. Seseorang yang menggunakan kelebihan hartanya untuk kepentingan seperti itu akan mendapatkan imbalannya secara......Baca Selengkapnya DISINI

c. Harta yang Pemiliknya Merasa Cukup 
Harta yang baik sebagai rezeki dari Allah adalah harta yang tidak menggerogoti jiwa pemiliknya. Harta tersebut tidak seperti air laut, yang setiap kali kita meminumnya jika haus, akan membuat kita makin haus. Harta yang baik adalah harta yang pemiliknya merasa cukup dengan harta itu. ia tidak silau dengan kemegahan dan kemewahan. Hidupnya sederhana, karena ia merasa dengan harta itu......Baca Selengkapnya DISINI


0 komentar:

Posting Komentar

Berikan TANGGAPAN Anda Tentang INFO ini untuk Memberikan INSPIRASI dan MOTIVASI Pembaca Lain. Tinggalkan KOMENTAR Anda DISINI